Targetkan 307 Ribu Masjid, Kemenag Kembangkan Perpustakaan Edukasi

ist

Program ini juga menargetkan masjid di daerah terpencil, yang sering kali kekurangan akses terhadap bahan bacaan berkualitas.

PORTALMEDIA.ID - Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk menjadikan masjid sebagai pusat literasi dan edukasi di seluruh Indonesia. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mengungkapkan upaya ini.

"Kami terus mengembangkan perpustakaan masjid sebagai sumber literasi bagi masyarakat," katanya.

Saat ini, sekitar 845 perpustakaan masjid telah terdaftar dalam Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI), namun jumlah ini masih jauh dari total 307 ribu masjid dan 375 ribu mushala yang ada.

Baca Juga : Setelah Turun Sejak 2022, Angka Pernikahan Mulai Bangkit di 2025

Kamaruddin menekankan pentingnya mendata masjid yang memiliki perpustakaan serta pengunjungnya. Saat ini, terdapat 4.000 judul buku yang tersedia di perpustakaan masjid digital, dan Kemenag berencana untuk meningkatkan koleksi buku sesuai kebutuhan masyarakat.

Program ini juga menargetkan masjid di daerah terpencil, yang sering kali kekurangan akses terhadap bahan bacaan berkualitas.

Kamaruddin mengajak Kantor Wilayah Kemenag dan pengelola perpustakaan masjid untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas literasi.

Baca Juga : KPK Dorong Penguatan Etika dan Objektivitas di Lingkungan Kemenag

"Dengan perpustakaan masjid, kami berharap dapat meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat, terutama di daerah yang minim akses terhadap perpustakaan umum," ujarnya.

Kemenag bertekad memperluas dan memperkaya koleksi perpustakaan masjid, baik fisik maupun digital, demi mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru