Oknum Anggota Polres Jeneponto Diduga Ikut Kelola Tambang Galian C Ilegal

Penulis : Akbar Razak
Salah satu lokasi tambang galian C di Kabupaten Jeneponto, disegel polisi. Foto: ist

Seorang oknum Polres Jeneponto mengaku ikut mengelola tambang galian C yang berada di Kecamatan Bontoramba, Jeneponto.

 

PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga ikut mengelola tambang galian C ilegal di Kecamatan Bontoramba, Jeneponto. 

Oknum tersebut diketahui bernama Aipda Musliadi.

Baca Juga : Viral, Kapolsek di Barru Larang Wartawan Rekam Lokasi Tambang Galian C

Ditanyai mengenai hal ini, Musliadi kepada Portalmedia.id menyebutkan memang  pernah mengelola usaha tambang galian C. Namun, ia mengklaim tambang itu tak lagi beroperasi hingga kini.

"Kalau saya tambang ku lamami berhenti, bulan 10 tahun 2022, karena hujan," kata Musliadi dengan dialek khas, Kamis (16/2/2023).

Ia mengatakan bahwa tambang yang dikelolanya itu saat ini telah disegel dan dipasangi garis polisi atau police line.

Baca Juga : Polda Sulsel Terjunkan Tim Forensik Selidiki Penyerangan di Polres Jeneponto

"Tidak ada, sudah semua disegel, disegel lagi kemarin," jelasnya.

Ditanya soal apakah memiliki izin tambang atau tidak, ia hanya memberikan jawaban yang tidak jelas yang mengarah bahwa tidak memiliki izin.

"Sementara anumi ini, sementara anumi juga," katanya dengan gugup, kepada wartawan.

Baca Juga : Pangdam Soal Penyerangan Polres Jeneponto: Tidak Ada Kaitan dengan TNI

Ia juga mengaku bahwa oknum polisi yang mengelola tambang ilegal hanyalah dirinya.

"Kalau polisi sayaji, kalau masyarakat lebih 20. Itumi saya heran juga. Kenapa masyarakat lebih banyak tambangnya nah polisi selalu diserang ini, kamma tuka tanre timbal baliknya," ujarnya mempertanyakan.

Kasat Reskim tak Ingin Buru-buru Menindaki

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Supriadi mengatakan, sudah mendengar adanya keterlibatan oknum polisi dalam bisnis tambang tersebut.

Baca Juga : Bupati Sambangi Polres Jeneponto, Berharap Masalah Penyerangan Cepat Selesai

Hanya saya, ia menyebutkan, tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan. Sebab, ia harus memastikan bahwa tambang itu benar-benar dikelola polisi.

"Ada isunya. Saya belum bisa faktakan karena yang kita datangi itu, saya belum ketemu orangnya," ucap AKP Supriadi. 

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, pemilik tambang akan ketahuan karena alat berat seperti eskavator sudah dipasangi police line.

Baca Juga : Ada Olah TKP, Arus Jalan Sekitar Mako Polres Jeneponto Ditutup Sementara

"Nanti pengelolanya pasti akan datang sendiri, karena tidak mungkin eskavatornya dibiarkan begitu saja, dalam hal ini Polisi juga harusnya yang memberikan contoh," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru