Mengenal Penyakit Anemia, Kasus yang Membuat Stok Darah Menipis di Jeneponto
Kasus anemia berat dilaporkan melanda warga Jeneponto bahkan mendominasi di RSUD Jeneponto yang sempat menyebabkan stok darah menipis. Lantas seperti apa penyakit anemia sebenarnya? Portalmedia.id, berkesempatan berbincang bersama Kepala Dinas Kesehatan jeneponto terkait penyakit ini.
PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, merespons terkait kasus anemia berat yang melanda warga Butta Turatea dalam sebulan terakhir yang bahkan sempat membuat stok darah menipis.
Menipisnya stok darah di Jeneponto, sebelumnya dilaporkan oleh Direktur RSUD Jeneponto, dr. Pasriani yang mengatakan pihaknya mendapat laporan terkait tingginya pemakaian darah akhir-akhir ini di wilayah tersebut, sehingga membuat stok darah makin berkurang.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham: Pemkot Makassar Siap Berkolaborasi Tekan HIV/AIDS
"Dua minggu terakhir ini 100 kantong darah telah habis akibat tingginya pasien anemia berat dengan berbagai penyebab," kata dr Pasriani, kepada Portalmedia.id, belum lama ini.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanti Mansur yang dikonfirmasi terkait hal ini, menyebutkan belum mendapatkan laporan resmi dari pihak rumah sakit mengenai kasus anemia berat yang melanda Butta Turatea.
"Terkait kekurangan stok darah yang disebabkan kasus anemia, kami belum mendapatkan konfirmasi tersebut dari pihak RS," kata Syusanti Mansur kepada Portalmedia.id, Minggu (19/2/2023).
Baca Juga : Pemkot Makassar dan AHF Gencarkan Edukasi dan Pengobatan HIV/AIDS
Ia menyebutkan, tingginya kebutuhan darah dikarenakan pasien menjalani penanganan yang berbeda-beda.
"Hal yang terjadi di RS adalah pasien membutuhkan penanganan berbeda-beda, bisa saja pendarahan karena kecelakaan dan karena sakit lainnya, atau sementara hamil atau akan menjalani operasi," jelasnya.
Lantas, Seperti Apa itu Anemia?
Syusanti Mansur menjelaskan bahwa penderita anemia atau kurang darah disebabkan banyak hal. Misalnya, kondisi tubuh sedang kekurangan sel darah merah yang sehat, atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.
Baca Juga : Jelang Akhir Masa Jabatan, Iksan Iskandar Akui Banyak Program Belum Tercapai
Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.
"Anemia bisa terjadi sementara atau dalam jangka panjang dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Anemia merupakan gangguan darah atau kelainan Hematologi yang terjadi ketika kadar Hemoglobin (bagian utama dari sel darah merah yang mengikat oksigen) berada di bawah normal," ungkapnya.
Kemudian, orang dewasa bisa dikategorikan menderita anemia pun berbeda antara laki-laki dari perempuan. Pada laki-laki, bila kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram per desiliter, sementara untuk perempuan bila kurang dari 12 gram per desiliter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News