Pelajar di Jeneponto Ditangkap karena Kedapatan Bawa Ketapel dan Busur
pria berusia 17 tahun itu kedapatan menyembunyikan ketapel di dalam jok motor.
PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Seorang pelajar di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berinisial IT terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian.
IT ditangkap polisi setelah ketahuan membawa anak panah (busur) saat melintas di Dusun Karamaka, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Minggu (19/3/2023) kemarin.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Supriadi Anwar mengatakan, penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Pegasus yang dipimpinan Aipda Abd. Rasyad sekitar pukul 23.00 wita.
Baca Juga : Penanganan Jalan Ruas Boro Jeneponto Kembali Dilanjutkan
"IT ditangkap saat akan melintas di Jalan Poros Jeneponto-Makassar," kata AKP Supriadi Anwar kepada wartawan, Senin hari ini.
AKP Supriadi mengungkapkan pria berusia 17 tahun itu kedapatan menyembunyikan ketapel di dalam jok motor.
"Jadi barang bukti yang diamankan adalah 1 buah ketapel dengan 3 buah anak busur di bawah sadel motornya," ungkapnya.
Baca Juga : Polda Sulsel Terjunkan Tim Forensik Selidiki Penyerangan di Polres Jeneponto
Untuk motifnya sendiri, AKP Supriadi belum dapat memastikan alat tersebut akan digunakan untuk apa, tetapi pihaknya berjanji bakal mendalami kasus tersebut.
"Kita akan dalami, apakah hal seperti ini sudah pernah dilakukan IT atau belum dan kita juga akan dalami apa motifnya," bebernya.
Namun yang pastinya, alat itu akan digunakan untuk pembusuran. Apakah untuk perkelahian kelompok atau akan digunakan sebagai bentuk kenakalan-kenakalan remaja.
Baca Juga : Pangdam Soal Penyerangan Polres Jeneponto: Tidak Ada Kaitan dengan TNI
Pihaknya juga menegaskan akan menindak tegas apabila ada oknum maupun kelompok yang dapat meresahkan warga.
"Jadi kami menghimbau kepada masyarakat bahwa, terkait dengan kasus-kasus busur siapa pun pasti saya akan tindak tegas dan terukur untuk kasus-kasus ini karena, sudah sangat meresahkan. Baik pelajar maupun bukan, maka saya akan tindak tegas," tegas AKP Supriadi.
Agar tak kecolongan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para stakeholder agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Baca Juga : Bupati Sambangi Polres Jeneponto, Berharap Masalah Penyerangan Cepat Selesai
"Kalau dia pelajar maka kami akan turun langsung dengan Binmas untuk melakukan sosialisasi dengan pelajar lalu kemudian dengan camat, lurah, desa-desa dan kita akan sampaikan dan akan buat dengan cara tertulis. Apalagi ini kan masuk bulan suci Ramadan maka kita akan buatkan videotron," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News