0%
Minggu, 31 Juli 2022 21:29

Bupati Bone: Pulang Berhaji, Kadang Hanya Bisa Jaga Prilaku dan Ibadahnya Selama 41 Hari

Editor : Azis Kuba
Sujud syukur saat jemaah haji tiba di Tanah Air.
Sujud syukur saat jemaah haji tiba di Tanah Air.

Fashar bercerita setibanya di kampung halaman, kadang para haji tidak bisa lagi salat ke masjid padahal mungkin masjud iitu di samping rumahnya.

PORTALMEDIA.ID -- Kedatangan rombongan jemaah haji embarkasi Makassar disambut baik Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Asrama Haji Makassar di Sudiang. Para jemaah haji ini yang baru tiba diharapkan dapat meraih predikat haji yang mabrur dan mempertahankannya hingga akhir hayat.

Seorang haji yang mabrur adalah seseorang yang mampu menahan diri dari segala dosa sampai dengan waktu kematiannya serta tidak melakukan perbuatan yang menyia-nyiakan hajinya. Seseorang itu juga harus menunjukkan kebaikan kepada orang lain dan berbicara secara sopan dengan orang lain.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Debarkasi Makassar Ikbal Ismail menguraikan ciri-ciri seseorang dikatakan hajinya mabrur dengan mengutip salah satu hadis Nabi.

Baca Juga : Cuaca Panas dan Beban Pesawat, Kadaker Bandara Imbau Jemaah Tertib Barang Bawaan

"Apa itu haji mabrur?. Ciri-ciri haji mabrur menurut Rasulullah SAW adalah memiliki kepedulian sosial terhadap sesama, terutama memberi makan kepada mereka yang kelaparan, senantiasa menebar kedamaian, taat beribadah dan bertutur dengan santun," urai Ikbal Ismail, dihadapan jemaah kelompok terbang (kloter) 3 Makassar, Minggu (31/7/2022)

Mantan Kepala UPT Asrama Haji Makassar ini mengimbau agar para haji senantiasa melaksanakan amalan-amalan baik dan menjaga ibadahnya, terutama menjaga salat 5 waktunya.

"Itu ciri-ciri haji mabrur, jadi tolong tidak ada lagi yang salatnya bolong-bolong setelah bapak ibu dipanggil haji dan hajjah", ucapnya.

Baca Juga : Catat! Barang Ini Dilarang Masuk Koper Bagasi Jemaah

Bupati Bone, Andi Fahsar M. Padjalangi saat sambutan menerima jemaah haji kloter 3 ini pun memberikan wejangan dan peringatan serupa.

Dia mengingatkan bahwa haji bukan sekedar predikat, tapi merupkan ketaatan kepada Allah SWT untuk menjaga ibadah sepanjang hidup.

"Seseorang yang berhaji kadang hanya bisa menjaga prilaku dan ibadahnya selama 41 hari, setelah itu lupa," kata A. Fahsar.

Baca Juga : Menag Lepas Pemulangan Kloter 01 Embarkasi Makassar

Fahsar bercerita, dulu di Tanah Suci, walau jarak hotel ke masjid cukup jauh tapi jemaah rajin salat berjamaah di sana. Akan tetapi setibanya di kampung halaman tidak bisa lagi seperti itu padahal masjid mungkin di samping rumahnya.

"Setidaknya salatnya jangan bolong bolonglah sepeti apa kata Kabid PHU tadi," tutup Puang Baso', sapaan akrab Bupati Bone dua periode ini.

Sekedar informasi, sebanyak 393 jemaah haji kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Makassar disambut di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar. Mereka berasal dari Kabupaten Bone (344 orang), 17 orang dari Tana Toraja, 11 orang dari Toraja Utara, 17 orang dari Kota Makassar dan 4 petugas kloter.

Baca Juga : Emas dan Air Zamzam Bawaan Jemaah Haji Dibebaskan Bea Masuk

Tim medis juga mengumumkan bahwa hasil rapid test antigen dari seluruh jemaah kloter 3 dinyatakan non reaktif alias tidak ditemukan indikasi terpapar Covid 19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar