PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - kasus misteri kematian Brigadir Yoshua masih terus bergulir hingga saat ini. Kasus ini awalnya diduga terjadi karena insiden polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.
Tim Forensik masih memeriksa hasil autopsi ulang Brigadir Yosua. Pengacara Brigadir Yosua mengungkap salah satu isinya, yakni posisi otak yang bergeser ke perut.
Terkait hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan untuk menunggu hasil akhir dari timsus yang sedang bekerja.
Baca Juga : Komnas HAM Catat 10 Orang Meninggal Dunia Akibat Demo, Ini Daftarnya
"Kita tunggu hasil akhir ya dari timsus, semua sedang bekerja," kata Nurul, dikutip portalmedia dari kumparan, Senin (1/8/2022).
Sebelumnya, Pengacara Yosua, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan temuan bekas tembakan menembus hidung, yang mengakibatkan organ otaknya Brigadir Yosua bergeser hingga ke bagian perut.
Hal tersebut disampaikan Kamaruddin setelah dilakukannya autopsi ulang jenazah Brigadir Yosua di RSUD Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Rabu (27/7/2022) lalu.
Baca Juga : Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Kasus Penembakan di Polres Solok Selatan
"Ya, tembakan dari belakang kepala ke depan. Itu ditemukan saat autopsi ulang. Kita sebelumnya menitipkan 2 dokter. Nah di ruang autopsi ditemukan luka seperti itu," ujarnya, Sabtu (30/7/2022) malam.
Komnas HAM Irit Bicara
Terkait hal ini, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam tidak bisa menjawab banyak. Ia hanya mengatakan masih menunggu hasil autopsi ulang.
Baca Juga : Jenazah AKP Ulil Riyanto Korban Penembakan di Polres Solok Selatan Ternyata Orang Makassar
"Kami menunggu hasil autopsi kedua setelah ekshumasi kemarin yang dilakukan oleh pihak dokter forensik," kata Anam saat dihubungi, Minggu (31/7/2022).
Sebelumnya Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan hasil autopsi ulang akan keluar dalam waktu 1-2 bulan.
"Hasil autopsi (ulang) kami harus menunggu tim gabungan 4-8 minggu lagi tim forensik akan dipanggil,” kata Beka di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News