0%
Rabu, 03 Agustus 2022 20:55

Kuasa Hukum JNE: Beras yang Ditimbun Bukan Beras Bansos dari Presiden

Editor : Rasdiyanah
Kuasa Hukum JNE Anthony Jono. Foto: dok TVone
Kuasa Hukum JNE Anthony Jono. Foto: dok TVone

Kuasa Hukum JNE memastikan beras yang ditemukan ditimbun di lahan kosong di Depok bukan beras bansos atau beras bantuan presiden (Banpres).

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kuasa Hukum JNE Anthony Jono menegaskan, beras yang ditimbun di Jalan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, bukan beras bansos dari presiden. Beras itu merupakan beras milik JNE.

"Setelah beras dari gudang Bulog diambil, dalam perjalanan ada yang kena hujan sehingga itu biasa lah basah, ada berjamur, itu sudah tidak layak konsumsi," kata Anthony di lokasi dikuburnya beras di Depok, Jawa Barat, dikutip dari republika, Rabu (3/8/2022).

Menurut dia, tidak mungkin beras rusak disalurkan kepada masyarakat. "Tidak mungkin beras rusak kita kasih kepada penerima manfaat," katanya.

Baca Juga : JNE Rayakan HUT ke-35 dengan Harbokir Gratis Ongkir Nasional dan Program Apresiasi Pelanggan

"Jadi kami bertanggung jawab, kami ganti semua beras yang rusak. Ada nggak penerima manfaat yang komplain? Sampai hari ini tidak ada. Kami sudah ganti semua. Jadi, tidak ada kerugian sedikitpun," katanya.

Anthony mengatakan, ketika diambil dari gudang Bulog, ada stiker karena memang beras itu awalnya untuk dibagikan bansos. "Tapi kan diperjalanan rusak. Ketika rusak, tentu kita pindahkan ke gudang, kita ganti lagi" ujarnya.

"Semua yang rusak sudah kita ganti dan terdokumentasi dengan baik," tegasnya.

Baca Juga : Gudang Terbakar, Nasib Paket Dipertanyakan, JNE: Kami Akan Ganti Rugi

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menyatakan, sedang menyelidiki adanya temuan beras yang dikubur.

"Mungkin teman-teman sudah bisa lihat semua. Kami sudah di lokasi yang kami lihat memang ada beras yang ditimbun di situ. Kita sepakat semua ya bahwa kita sudah cek lokasi, memang ada beras yang ditimbun," kata Auliansyah ketika melihat langsung beras bansos yang dikubur. 

Ia menambahkan, karena masih proses penyelidikan, kepolisian belum bisa menyampaikan tentang beras itu. “Nanti mungkin update hasil penyelidikan akan kami sampaikan," katanya.

Baca Juga : Penyebar Narasi Beras Bansos Presiden "Ditimbun" di Depok Akan Dilaporkan ke Polisi

Ia mengatakan, hasil sementara yang didapatkan dari keterangan JNE, ada 3,4 ton beras bansos yang dikubur. Untuk itu, kepolisian akan meminta ahli supaya tidak ada permasalahan yang timbul di kemudian hari.

“Apakah itu hanya beras, atau ada yang lain, saya belum bisa jawab sekarang. Tapi yang terjadi hari ini, saya belum bisa memberi keterangan. Jadi saya minta waktu, mungkin nanti akan kami update,” kata dia.

Baca Juga : Penyidikan Kasus Beras yang Ditimbun di Depok Ditutup

 

Baca Juga : Penyidikan Kasus Beras yang Ditimbun di Depok Ditutup

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar