PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Pemprov Sulsel menerima tiga jalan irigasi dan jaringan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menjadi barang milik daerah/aset Pemprov Sulsel.
Acara Serah Terima Barang Milik Negara (BMN) Kementerian PUPR Tahun 2023 ini dihadiri langsung Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad, di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Rabu, 29 November 2023.
Arsjad menjelaskan, dalam kegiatan itu Pemerintah Pusat menyerahkan BMN kepada Pemprov Sulsel dengan tiga item infrastruktur yang lokasinya berada di batas antara Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Ketiga item infrastruktur tersebut, yakni, jalan Sabbang - Tallang - Seko - Rampi - Batas Provinsi Sulawesi Tengah dengan tahun perolehan 2019 dan nilai perolehan Rp 28,3 Miliar lebih, pembangunan jalan Seko - Rampi - Batas Provinsi Sulawesi Tengah dengan tahun perolehan 2020 dan nilai perolehan Rp 27,05 Miliar lebih, dan pembangunan jalan Bua - Rantepao dengan tahun perolehan 2020 dan nilai perolehan Rp 28,01 Miliar lebih.
Dengan adanya BMN ini, Arsjad menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Pusat yang telah menyerahkan tiga aset tersebut kepada Pemprov sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi di Sulsel.
Tidak hanya itu, lanjutnya, hadirnya tiga aset ini juga akan membantu kelancaran transportasi angkutan barang yang tentu akan mensupport jalur distribusi antar daerah dan antar provinsi.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
"Kita berharap transportasi kita bisa lebih lancar termasuk pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan lebih mudah untuk saling terhubung antar wilayah. Mengingat Sulawesi Selatan memiliki wilayah yang cukup luas. Kita dari Pemprov sekali lagi menyampaikan terima kasih adanya penyerahan Barang Milik Negara ini. Kita berharap Pemprov tetap jadi perhatian Pemerintah Pusat termasuk pembangunan jalan dan jembatan," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.
"Guidance dari Bu Menkeu (Sri Mulyani) sebagai bentuk akuntabilitas atas anggaran yang diberikan pada PUPR itu kita kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur ekonomi dan kerakyatan," ucap Basuki.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang
Basuki juga menjelaskan, serah terima BMN tersebut sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada 2022, sudah dua kali melakukan hal itu. Sementara di tahun 2023, menjadi pertama kali.
Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengaku berterima kasih karena Kementerian PUPR sudah bersikap transparan dan menyampaikan hasil program pembangunan kepada publik yang dibiayai oleh APBN. Menurutnya, serah terima BMN tersebut merupakan simbol kehadiran negara.
"Dengan adanya aktivitas ini, bisa ditunjukkan kepada masyarakat bahwa pembangunan yang berasal dari uang rakyat manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.
Baca Juga : Tim Medis Pemprov Sulsel Jadi Garda Terdepan Penanganan Korban Banjir Aceh
Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) kepada pemerintah daerah, yayasan dan perguruan tinggi. Infrastruktur yang diserahkan memiliki nilai perolehan sebesar Rp 15,41 triliun dari berbagai bidang.
Adapun BMN yang diserahkan kepada 6 kementerian/lembaga, 7 pemerintah provinsi, 17 pemerintah kota, 43 pemerintah kabupaten, dan satu yayasan.
Selain Pemprov Sulsel, Pemerintah Pusat juga menyerahkan Bantuan Milik Negara kepada Pemerintah Kabupaten Luwu, yang mendapatkan dua BMN, yakni Jembatan Gantung Paccerakkang dan Jembatan Gantung Pelalan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News