PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Camat Rappocini, Syahruddin menegaskan tidak akan mengeluarkan dana ganti rugi kepada Pedangan Kaki Lima (PKL) Liar yang ditertibkan di wilayahnya.
Salah-satu lokasi yang telah ditertibkan ialah di pinggir Jalan Pelita Raya Kota Makassar, dimana beberapa lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) liat menutupi drainase jalan.
"Yang dilaksanakan kemarin sudah prosedur, dan itu sudah 30 tahun dia menjual di atas selokan, itukan daerah milik jalan, makanya kita mau normalkan kembali, kita tertibkan untuk bagaimana supaya penataan kota ini lebih bagus begitu," tuturnya, Jumat 5 Agustus 2022.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
Menurutnya, kesalahan terbesar Pemkot Makassar selama ini adalah karena telah melakukan pembiaran dan tidak memberikan teguran kepada para PKL liar.
"Kesalahannya juga pemerintah kota pada waktu itu, jauh sebelum kita jadi camat jadi lurah saat ini, tidak melakukan peneguran sejak awal, karena adanya pembiaran, dianggap mi tanah milik sendiri," lanjutnya.
Menurut Syahruddin, kegiatan penertiban ini juga merupakan salah-satu langkah dalam memitigasi bencana banjir serta menertibkan parkir liar.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
"Bayangkan itu, sedimentasinya itu rata dengan jalanan, bagaimana tidak banjir kalau kalau airnya tidak mengalir, sekarang sudah dinormalkan kembali, mudah-mudahan dengan begitu dapat mengurangi atau bisa mengatasi masalah banjir ketika hujan deras," bebernya.
Ia menegaskan tidak akan ada ganti rugi bagi para PKL ini, ia mengharapkan kegiatan Lorong Wisata dapat menjadi salah-satu alternatif bagi mereka.
"Itu (PKL) ada potensi yang mereka punya, nah kalau potensi itu mereka kembangkan dalam lorong maka itukan tujuannya lorong wisata, ada pendapatan di dalam lorong oleh masyarakat," katanya.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
"Kita berharap mereka bisa mengembangkan usaha itu di dalam lorong, kalau rumahnya di pinggir jalan, yah diberi space untuk berjualan disitu (di lorong wisata)," paparnya.
Salah-satu pedagang yang ditemui Portal Media (3/8/2022) mengaku telah membereskan dagangannya dari malam hari, karena mengetahui besok akan dilakukan penertiban.
"Ada 10 (lapak PKL liar yang dibongkar di Jalan Pelita), tidak ada (Petugas bilang) pergi disini langsung bongkar, karena alasannya sudah dikasih peringatan ketiga, saya tadi malam habiskan memang barangku, bawa pulang ke rumah, ada yang bertahan tapi mau diapa lagi," ungkap Aco, nama samaran.
Baca Juga : Pengamat Nilai Ketegasan Munafri Tertibkan Parkir Liar hingga PKL Sangat Tepat Menata Makassar
Sebanyak 102 personel gabungan yang terdiri dari, 20 orang BKO Satpol PP Kecamatan Rappocini dan 50 orang satgas kebersihan kecamatan rappocini, 20 orang Pleton 3 Satpol PP Kota Makassar, dan 12 orang dari Polsek Rappocini yang diturun dalam penertiban ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News