0%
Selasa, 05 Desember 2023 15:32

Program Desa Digital IM3 Bikin Melek Pelaku UMKM di Desa Bulu Cindea Pangkep

Editor : Gita Oktaviola
Program Desa Digital IM3 Bikin Melek Pelaku UMKM di Desa Bulu Cindea Pangkep
ist

Akses terhadap manfaat digital menjadi hal penting bagi pegiat UMKM di desa, agar komoditas yang mereka hasilkan dapat menjangkau pasar lebih luas.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 menghadirkan program Desa Digital IM3 di beberapa desa di Sulawesi Selatan, bertujuan untuk memberdayakan pegiat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Program ini juga untuk mendorong mereka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan perekonomiannya.

Akses terhadap manfaat digital menjadi hal penting bagi pegiat UMKM di desa, agar komoditas yang mereka hasilkan dapat menjangkau pasar lebih luas.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Launching Desa Digital di Bira Bulukumba

Berbagai pelatihan diberikan di program Desa Digital IM3, diantaranya pelatihan pemanfaatan sosial media, digital marketing, jurnalistik dasar, fotografi & videografi serta IDE Academy, yaitu plaftorm yang dikembangkan Indosat untuk mewadahi UMKM. Sebelumnya, Desa Digital IM3 telah hadir di 2 kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu di Lantebung dan Manongkoki.

Kehadiran Desa Digital IM3 ini juga menjadi wujud pengembangan jaringan Indosat yang telah menjangkau lebih dari 90% populasi masyarakat di Sulawesi Selatan. Saat ini jumlah pemancar jaringan (sites) dan kapasitas internet di Sulawesi Selatan telah meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, program Desa Digital IM3 hadir di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kami memberikan pelatihan kepada warga desa yang mengikuti di Aula Kantor Desa.

Baca Juga : Jelang Nataru, Indosat Jamin Ketersediaan Jaringan di 434 Lokasi di Indonesia

"Potensi yang dimiliki Desa Bulu Cindea adalah tidak hanya dari sektor perikanan dan garam saja, tetapi juga terdapat kawasan mangrove yang terbentang di pesisir pantai. Dengan semangat gotong royong, kami akan terus mendorong penerapan teknologi digital untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia," ucapnya.

Sebagai bagian dari kepedulian untuk meningkatkan ketahanan lingkungan, Indosat turut memberi bantuan penanaman mangrove berbasis teknologi Internet of Things (IoT) di Desa Bulu Cindea yang melibatkan keikutsertaan masyarakat desa setempat.

Indosat melihat pentingnya mendukung ketahanan lingkungan dan berkolaborasi dengan Jejakin memperkenalkan pemanfaatan IoT dalam penanaman mangrove yang memungkinkan petani untuk memonitor daya tahan hidup mangrove agar bisa meningkatkan survival rate, sehingga mangrove tersebut dapat seutuhnya tumbuh dan memberikan dampak baik untuk mencegah erosi, abrasi pantai maupun membantu penyerapan karbon.

Baca Juga : Indosat Kampanyekan Anti Hate Speech Lewat Kompetisi dan Festival Film Pendek SOS 2023

“Indosat berkomitmen untuk mengakselerasi transformasi digital di pelosok Nusantara, hingga ke wilayah pedesaan. Pemanfaatan teknologi IoT dalam penanaman mangrove di Desa Bulu Cindea ini menjadi terobosan baru. Sebelumnya survival rate mangrove di sini cukup rendah dan menjadi tantangan bagi para petani. Kami harapkan dengan pelatihan teknik penanaman, mitigasi kerusakan dan peningkatan kapasitas petani mangrove yang didukung implementasi teknologi IoT dapat memberikan dampak yang maksimal terhadap pertumbuhan mangrove di Desa Bulu Cindea,” tutup Steve.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar