0%
Rabu, 06 Desember 2023 02:46

Digitalisasi dan Anti Hate Speech: Peran Konten Kreator Mengubah Paradigma Kaum Muda

Editor : Gita Oktaviola
Konten kreator sebagai objek penyalur program anti hate speech dan bullying di media sosial. (Foto: Ilustrasi/belajarlagi.com)
Konten kreator sebagai objek penyalur program anti hate speech dan bullying di media sosial. (Foto: Ilustrasi/belajarlagi.com)

"Saya ingin, dengan adanya video pendek yang sedang kami buat ini. Para perempuan tidak gampang terkena bullying atau hate speech," tutur Julia seorang Konter Kreator asal Makassar.

Gandeng Narasi Perkuat Literasi Digital

Upaya Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dalam melakukan kampanye anti hate speech semakin digaungkan melakui kerjasama program dengan beberapa pihak, salah satunya Narasi. Kerjasama ini berangkat dari program "Generasi Happy" yang jadi campaign 2022 lalu, hingga berlanjut ke program SOS yang point utamanya menyasar kaum muda untuk melek literasi digital lewat konten positif di media sosial.

Baca Juga : Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Ajak Kader Jadi Pelopor Keluarga Cerdas Berinternet

Menurut Ghinar Panigoro Group Account Manager Narasi, anak muda atau generasi Z menjadi bidikan program ini untuk kampanye anti hate speech. Persoalan yang utama karena sebagian besar dari generasi Z kurang memaknai setiap konten yang ditampilkan di media sosial, sehingga mereka gampang terbawa arus globalisasi.

"Untuk itu, supaya mereka bisa paham menggunakan sosial media lewat literasi digital, kami harus membuat program supaya mereka terangsang oleh norma yang disematkan dalam konten berbentuk edukasi. Sekarang, di tahun 2023 untuk mencegah semakin merajalelanya konten negatif, kami memang perlu melakukan kolaborasi agar kampanye ini bisa berhasil. Dan kami merasa, Indosat salah satu yang sejalan dengan visi kami," ucapnya.

Untuk konten kegiatannya sendiri, Ghinar sebagai perwakilan dari Narasi menganggap jika tayangan melalui video akan lebih gampang diserap oleh pemahaman seseorang dibandingkan dengan tulisan yang harus dibaca. Untuk pemilihan basic kreatornya sendiri, ia tak mempermasalahkan mau itu berbasis film pendek atau panjang. Intinya, sesuai target konten kreator.

Baca Juga : Bocah 12 Tahun di Finlandia Tembak Teman Sekolah Gegara Sering Dibully

"Apalagi, sekarang konten kreatornya sendiri sudah lebih banyak merambah ke industri film yang growing dan trend. Yang paling penting adalah ekosistem kreatifnya bertumbuh dan menjadi boost sehingga film ini bisa membantu industri perfilman di Indonesia bisa dikenal secara global," tutur Ghinar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar