0%
Rabu, 06 Desember 2023 02:46

Digitalisasi dan Anti Hate Speech: Peran Konten Kreator Mengubah Paradigma Kaum Muda

Editor : Gita Oktaviola
Konten kreator sebagai objek penyalur program anti hate speech dan bullying di media sosial. (Foto: Ilustrasi/belajarlagi.com)
Konten kreator sebagai objek penyalur program anti hate speech dan bullying di media sosial. (Foto: Ilustrasi/belajarlagi.com)

"Saya ingin, dengan adanya video pendek yang sedang kami buat ini. Para perempuan tidak gampang terkena bullying atau hate speech," tutur Julia seorang Konter Kreator asal Makassar.

Indosat Kampanye Anti Hate Speech melalui Film Pandek SOS 2023

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyelenggarakan ajang Festival Film Pendek Save Our Sosmed (SOS) 2023 untuk mengampanyekan anti hate speech atau ujaran kebencian serta menginspirasi anak muda Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial dan meningkatkan kemampuan literasi digital.

Baca Juga : Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Ajak Kader Jadi Pelopor Keluarga Cerdas Berinternet

Kampanye ini aktif digaungkan Indosat sebab pihaknya melihat fenomena penggunaan media digital melalui media sosial cukup besar. Berdasarkan data yang ada disebutkan dari sekitar 276 juta jiwa jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 60,4 persen atau 167 juta jiwa penduduk adalah pengguna media sosial.

Selain itu, menurut survei yang dilakukan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan UNICEF, sebanyak 30 juta anak dan remaja di Indonesia pengguna internet dan media digital. Melihat penetrasi media sosial atau tingkat penetrasi internet yang mencapai 77 persen ini, tentunya penting untuk dibangun penguatan agar penggunanya dapat menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, utamanya di jajaran kaum muda.

Maka dari itu, Indosat optimis program SOS yang digelarnya, bisa membuat generasi muda teredukasi melaui konten yang ditontonnya. Apalagi, sesuai riset Kominfo minat anak muda sekarang lebih fokus untuk menonton video ketimbang membaca postingan di media sosial terkhusus konten digital di TikTok dan Instagram.

Baca Juga : Bocah 12 Tahun di Finlandia Tembak Teman Sekolah Gegara Sering Dibully

Menurut Aziman Fahdly, AVP Sosial Media Strategy PT. Indosat Tbk, dalam kampanye SOS ini, pihaknya ingin mengedukasi generasi muda dalam membuat konten positif sebagai anti hate speech. Pesan yang terkandung dalam film berdurasi pendek yang diupload sebagai konten bisa tersampaikan positif ke penonton.

"Makanya kami menyasar anak muda terlebih mahasiswa karena merekalah yang sangat rentan terkena ciber bullying dan terlibat hate speech. Apalagi, mereka tumbuh dari lingkungan yang semua akses digital sangat mudah. Belum lagi, setiap hari anak muda akan diperhadapkan pada situasi media sosial dengan beragam konten dan komentar," ucapanya kepada portalmedia.id, Rabu (15/11/2023).

Kampanye hate speech ini lanjut Aziman sapaannya juga sudah sering digaungkan melalui beberapa program. Bukan hanya dalam filmmaker. Indosat juga sudah membuat kegiatan bertajuk SheHacks 2023 untuk pemberdayaan perempuan digital. Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan digital bagi perempuan Indonesia.

Baca Juga : Jokowi Angkat Bicara Soal Kasus Bullying yang Marak di Sekolah

"Dalam program ini, kami mengupayakan agar perempuan menerima akses digital yang setara sebagai kelompok rentan. Mereka diarahkan untuk mengembangkan UMKM di semua bidang. Baik itu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi. Sebab, di 2027 nanti, 64 persen UMKM diprogram ini akan go digital," bebernya.

Program SheHacks 2023 ini lanjut Aziman dibagi menjadi tiga bentuk kegiatan, yang pertama adalah SheHacks Innovate. Kegiatan ini diramu dalam bentuk workshop offline untuk membantu wirausahawan pemula memecahkan masalah dan mengembangkan inovasi yang berfokus pada pelanggan.

Selanjutnya, SheHacks Impact, merupakan program selama enam bulan bago startup yang meluncurkan produk dalam kategori MVP (Minimum Variable Produk) stage untuk dapat ditingkatkan. Lalu, She(Hacks) Improve, memberikan pemahaman kepada peserta untuk dapat menggunakan berbagai video pembelajaran yang mencakup pengetahan yang bisa mereka kembangkan untuk menjalankan usahanya.

Baca Juga : TPPK Diharapkan Bisa Atasi Perundungan di Sekolah

Untuk itu, dari program kampanye hate speech yang digaungkan Indosat ini, Aziman berharap agar Save Our Sosmed (SOS) 2023 bisa mengedukasi generasi muda untuk pembuatan konten positif. Anak muda bisa terkenal di media sosl karena konten positifnya.

"Karen menurut kami, semua orang ingin menjadi influenser. Semua orang ingin menjadi terkenal. Semua orang ingin punya followers banyak. Tapi, tidak semua orang bisa membuat pesan yang posistif di platform mereka. Maka dari itu kami berharap dengan adanya program SOS, orang-orang bisa lebih semangat membuat konten yang positif," tutup Aziman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar