Teknologi Sensor dan IoT Buatan Indosat

Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison menerangkan soal teknologi sensor yang disematkan pada tanaman mangrove yang terhubung dengan Internet of Things (IoT). Proses ini akan terhubung satu sama lain untuk menginformasikan setiap data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut. Dari situ, sensor akan mengirimkan informasi ke aplikasi berbentuk data terkait nutrisi dan kadar air yang dibutuhkan mangrove.
Baca Juga : Dukung Mitigasi Perubahan Iklim, Telkomsel Tanam Seribu Mengrove di Pangkep
"Nah, dari 5600 magrove yang disumbangkan karyawan Indosat, kami genapkan menjadi 8000 mangrove yang akan ditanam menggunakan sensor. Prosesnya, setiap 60 meter kami tanam sensor. Jadi kami bisa mengetahui dalam 100 meter persegi pertumbuhan mangrove serta seluruh informasi yang berkenaan dengan itu. Misalnya, dari data yang dikirim IoT lewat aplikasi, kami bisa tau berapa persen nutrisi yang dibutuhkan tanaman, atau jika ada perubahan musim, IoT akan mengirimkan informasi tersebut. Jadi, pemantauannya bisa jarak jauh, asalkan ada koneksi internet Indosat minimal 4G," jelasnya.
Program ini lanjut Steve, sudah berhasil dilakukan di Kaliman Timur. Proses keberhasilannya mencapai 93% sebab sistem yang dibuat Indosat memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih baik. Cara tanamnya juga sangat berbeda dengan manual, perbedaannya bisa mencapai 10 kali lipat.
"Perlu untuk diketahui, yang membuat program ini berhasil karena pendidikan masyarakatnya memang yang harus paham literasi digital. Makanya, sebelum kami memulai penanaman pohon, dilakukan terlebih dahulu pelatihan agar warga Bulu Cindea tidak gegabah dalam melakukan penanaman dan mereka bisa menggunakan aplikasi kami," tutur Steve.
Baca Juga : Aplikasi Digital Payment “Saku Sultan” segera Hadir di Indonesia, Mulai Diperkenalkan di Makassar
Melalui program ini, ia yakin selama 6 - 8 bulan ke depan, proses tanam mangrove ini bisa berhasil apalagi jika dilakukan dengan pemantauan yang baik. Indosat juga akan melakukan pengecekan berkala dan pendampingan berkelanjutan untuk warga Bulu Cindea Pangkep.
Transformasi Menjadi Desa Wisata
Kepala Desa Bulu Cindea Pangkep, Made Ali turut berbahagia dengan hadirnya program Desa Digital IM3 yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo. Ia berharap adanya pelatihan dan pendampingan yang diberikan untuk warga bisa mewujudkan transformasi digital di kampung tersebut.
Baca Juga : Soppeng, Maros dan Pangkep Berprestasi di Lomba Desa Wisata Nusantara 2024
"Sekarang kami sudah lihat perubahannya, warga sudah bisa menggunakan banyak aplikasi, apalagi kemarin mereka juga dilatih untuk menanam pohon mangrove menggunakan aplikasi buatan Indosat. Kami berharap agar program ini sukses dan berjalan dengan lancar," ujarnya.
Banyaknya bibit pohon yang ditanam oleh Indosat semoga bisa mewujukan misi Made Ali untuk menjadikan Bulu Cindea sebagai Desa Wisata. Dulu, desa ini tak tersentuh oleh digitalisasi dan sangat kumuh, sampai akhirnya Indosat hadir memberikan pendampingan dan sekarang warga sudah bisa merasakan perubahannya.
"Apalagi dengan hadirnya penanaman mangrove ini, kami berharap program ini berhasil dan bisa menjadikan desa wisata dan akan menambah penghasilan para warga, karena di sini juga banyak mata pencaharian warga. Misalnya bagi pelaku UMKM, banyak yang menjual bandeng presto dan dikirim ke Jakarta. Sehingga jika Bulu Cindea bisa menjadi desa wisata magrove, warga bisa sekalian menjajakan produknya untuk pengunjung," pungkas Made Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News