PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Untuk menggenjot permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Presiden Jokowi meminta agar syarat pemberian kredit terkait agunan atau jaminan tak udah dipersulit.
Sebab, selama ini sektor UMKM yang memberikan pertumbuhan melejit untuk perekonomi di Indonesia. Namun, kondisi peningkatan ekonomi ini tak selaras dengan jumlah penyaluran kredit yang ada di Indonesia sebab, syarat pinjaman masih dinilai rumit.
"Saya kira Pak menteri BUMN nanti dengan BI dan OJK, ini regulasinya yang harus diperbaiki karena tidak semua UMKM kita memiliki aset agunan, memiliki collateral," ujarnya di JCC Senayan, Kamis (7/12).
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
Bukan cuma itu, Presiden RI juga menyarankan agar pemberian kredit untuk UMKM tak menilai dari agunan yang aka. Di ajukan, dapat juga dilihat dari peluang bisa is yang mereka jalankan. Jika dilihat pulangnya menjanjikan untuk masa depan, baiknya diberikan kredit tanpa syarat yang berat.
"Prospek itu juga harus dilihat jangan hanya melihat agunannya mana, dilihat juga dong prospeknya. Enggak punya agunan tapi prospeknya bagus, mestinya juga bisa diberikan kredit," jelasnya.
Hingga kini lanjut Jokowi, kredit perbankan untuk UMKM baru sekitar 21 persen. Jumlah ini masih sangat kecil jika dilihat dari kontribusi yang diberikan pelaku UMKM Kepasa pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 61 persen.
Baca Juga : UMKM Sulsel Didorong Kuasai Pasar Digital, Kadiskop UKM: Jangan Hanya Jadi Penonton!
"Yang selalu saya dorong berkaitan dengan pembiayaan, pembiayaan UMKM harus dipermudah," imbuhnya.
Di sisi lain, ia juga berharap para pelaku usaha UMKM bisa terus melek melihat permintaan pasar, sehingga tidak ketinggalan dan kalah saing dengan negara lain. Ia berharap dengan perbaikan yang terus dilakukan, nantinya makin banyak UMKM Tanah Air yang go internasional.
"Saya juga tak bosan mengingatkan UMKM harus selalu melihat permintaan pasar, dilihat demand-nya, melihat juga tren pasar, melihat selera pasar itu seperti. Apa urusan warna, urusan desain, urusan packaging, selalu harus diperbaiki setiap tahun harus selalu diperbaiki agar produk-produk kita tetap up to date dan mampu memenuhi selera pasar yang ada," pungkas Jokowi.
Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News