0%
Kamis, 14 Desember 2023 09:44

Telanjang, Pakar Sayangkan Tak Ada Podium saat Debat Pertama Capres

Editor : Azis Kuba
Telanjang, Pakar Sayangkan Tak Ada Podium saat Debat Pertama Capres
ist

Kalau debat-debat di Amerika itu mesti ada mejanya, bukan telanjang

 

PORTALMEDIA.ID — Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo, menyayangkan tidak adanya podium saat debat pertama calon presiden (capres) 2024, Selasa (12/12/2023).

Suko mengatakan, adanya podium membantu ketiga capres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, lebih menunjukkan ekspresinya saat berdebat.

Baca Juga : Daftar 12 Panelis Debat Terakhir Capres, Ada Prof Aminuddin Syam Guru Besar FKM UNHAS

"Dari panggung itu agak menyulitkan kandidat berekspresi karena kalau debat-debat di Amerika itu mesti ada mejanya, bukan telanjang," kata Suko, Rabu (13/12/2023) dilansir Kompas.

Diketahui, pada debat pilihan presiden (Pilpres) 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan podium di panggung. Selain itu, panitia juga memasang podium saat debat capres pada 2019.

"Mungkin itu catatan bagi KPU agar bisa membantu (capres). Dengan adanya podium ada wilayah yang bisa mengungkapkan lebih banyak," jelasnya.

Baca Juga : Capres Harus Maksimalkan Debat Terakhir, Ini Tema dan Jadwalnya

Selain itu, kata Suko, podium tersebut juga berfungsi menutup sebagian tubuh para capres. Dengan demikian, masyarakat bisa fokus melihat ekspresi yang dikeluarkan para kandidat.

"Kalau di panggung itu kan orang (audiens) melihat, mohon maaf, mungkin lihat tubuhnya, mestinya tertutup ya, itu (permasalahan) dari infrastruktur komunikasi," ujar dia.

Oleh karena itu, Suko menyarankan agar panitia KPU menyediakan podium dalam debat capres berikutnya. Sebab, benda tersebut mempunyai manfaat yang penting selama acara berlangsung.

Baca Juga : Podium Cak Imin di Tengah, Ini Penjelasan KPU RI

"Ke depanya panitia harus menyiapkan podium untuk memudahkan orang mengekspresikan diri dan untuk memudahkan membaca catatan," ucapnya.

Lebih lanjut, Suko menilai seluruh topik yang dibahas dalam debat tersebut sangat bermanfaat bagi pemilih. Sebab, persoalan yang diperbincangkan dekat dengan masyarakat.

"Ada keberanian untuk mempertanyakan soal pelanggaran HAM (hak asasi manusia) berat dan IKN (Ibu Kota Nusantara). Dua hal itu menjadi isu panas dan di situ (dibahas) secara terbuka saya kira bagus," ujar dia.

Baca Juga : Lokasi Debat Keempat Pilpres 2024 Disepakati Tetap di JCC, Ini Tanggalnya

Selanjutnya, Suko menyebut, masyarakat yang akan menilai bagaimana debat tersebut berlangsung. Mereka juga akan menentukan capres yang akan menjadi presiden pada 2024, mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer