PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar rapat koordinasi antisipasi banjir, termasuk persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) di musim penghujan. Empat kecematan yang rawan banjir menjadi fokus pemerintah.
Momentum pencoblosan akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang di mana diperkirakan masih dalam puncak musim hujan. Banjir pun menghantui pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kota Makassar.
Untuk itu Pemkot Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar gelar rapat koordinasi antisipasi banjir. Dari rakor ini, ada empat kecamatan yang menjadi perhatian. Antara lain Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, dan Panakkukang.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan selain empat kecamatan rawan banjir, kecamatan lainnya juga patut diwaspadai.
Seperti pada Februari lalu, ada 12 kecamatan yang dilanda banjir. Penanganan banjir kata Achmad Hendra sebenarnya sudah terpola, sebab bencana ini kerap terjadi tiap tahunnya.
Namun, kata Achmad Hendra berbeda dengan tahun sebelumnya pada 2024 nanti ada momen Pemilu yang harus disukseskan. Untuk itu segala persiapan harus di kawal dengan baik.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
"Namun ada hal yang berbeda di tahun ini dan tahun depan, yaitu persiapan pemilu dan kita harus sukseskan itu di mana ada empat kecematan. Kita bukan cuma bicara empat kecematan, di tahun 2023 awal ini kan hampir 10 kecematan (yang terdampak banjir)." Ucap Achmad Hendra sehabis memgahidiri rapat koordinasi antisipasi banjir di Ruang Sipakatau Lt 2 Kantor Balaikota Makassar.(22/12/2023).
"Tapi curah hujan di tahun 2023 dan 2024 ini intensitasnya tidak sama seperti yang kemarin tapi potensinya tetap ada karena kemungkinan terjadi di bulan 2 dan 3 mulai dari bulan 1." Lanjut Achmad
Bukan hanya berfokus pada hari pemilihan, Achmad Hendra juga perlu memikirkan proses distribusi logistik agar berjalan lancar terutama di wilayah kepulauan."Terungkap bahwa ternyata bukan cuman pada saat hari H Pemilu yang kita fikirkan ternyata distribusi logistik ini juga oerlu kita fikirkan, terutama di wilayah kepulauan." Pungkas Achmad.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
Karena itu, BPBD meminta pemetaan TPS yang berada di zona rawan agar pihaknya bisa menyiapkan langkah mitigasi. Kendati demikian, pemindahan TPS kata Achmad Hendra tak serta merta bisa dilakukan, dimana lokasi TPS harus tetap berada di wilayah administratif.
"Aturannya memang mengatur seperti itu dan tidak bisa ke mana-mana lagi dan lokasi tersebut betul-betul banjir itu tugas kami. Tugas kami untuk misalkan mengantar pemilih ke TPS nya atau seperti apa." Terang Achmad Hendra.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar, Zainal Ibrahim mengatakan, semua wilayah rawan banjir perlu didata dengan baik. TPS yang berada di zona merah harus diantisipasi dengan menyiapkan TPS cadangan.
Baca Juga : Pengamat Nilai Ketegasan Munafri Tertibkan Parkir Liar hingga PKL Sangat Tepat Menata Makassar
"Kita sudah dua bulan turun ke camat untuk antisipasi, kalau misalnya ada risiko gunakan gedung jangan tenda, kalau riskan kita minta gedung yang cukup tertutup dan tidak ada genangan," ucap Zainal.
"Risikonya kalau terlalu jauh tidak ada orang pergi memilih, dan masyarakat juta kesulitan kalau area tergenang," sambungnya.
Besar harapan Kesbangpol agar BPBD baik kota maupun provinsi, serta Basarnas memberikan bantuan.Termasuk pada saat distribusi logistik ke wilayah kepulauan.
Baca Juga : Munafri–Aliyah Kompak Hadiri Muscab Hanura Makassar, Tegaskan Komitmen Kolaborasi Lintas Partai
Menurutnya, dengan cuaca yang tak menentu membutuhkan armada yang mumpuni agar surat suara dan logistik lainnya sampai dengan kondisi yang layak, tidak rusak. "Risikonya kalau terlalu jauh tidak ada orang pergi memilih, dan masyarakat juta kesulitan kalau area tergenang," terang Zainal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News