PORTALMEDIA.ID, MOROWALI - Salah satu tungku smelter PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, terbakar. Hal ini membawa dampak pada dihentikannya operasional di perusahaan tersebut.
Dalam peristiwa ini, sebanyak 46 pekerja mengalami luka-luka dan 12 pekerja diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Ledakan itu terjadi ketika para pekerja sedang memperbaiki tungku dan memasang pelat pada pukul 5.30 pagi, Minggu, 24 Desember 2023.
Kepala Divisi Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, menyampaikan kronologi peristiwa itu. Kejadian itu bermula ketika tungku smelter No. 41 yang terbakar, awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan.
Baca Juga : Produksi Meningkat 9 persen, Pendapatan PT Vale di Triwulan I Sebesar 229,9 Juta Dolar AS
Saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau terak dalam tungku yang keluar. Lalu bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi.
Dinding tungku lalu runtuh dan sisa terak besi mengalir keluar sehingga menyebabkan kebakaran. Menurut Dedy, hasil identifikasi penyebab kecelakaan ini tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diinformasikan sebelumnya.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut smelter nikel ini merupakan tenant yang beroperasi di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Kawasan industri IMIP juga merupakan kerja sama antara Bintang Delapan Group Indonesia dengan Tsingshan Steel Group asal China.
Baca Juga : Ledakan Smelter di ITSS Disebabkan Hilirisasi yang Tak Inklusi, Timnas AMIN Minta Pemerintah Evaluasi
Tsingshan Group juga telah memiliki tiga unit produksi nickel pig iron (NPI). Dengan kapasitas dua juta ton dan 3,4 juta ton stainless steel.
Bisa dibilang, Tsingshan Group merupakan perusahaan terbesar di dunia yang bergerak di bidang pengolahan nikel. Mereka juga mengklaim bisa menguasai teknologi pengolahan yang dilakukan lebih maju dan modern.
PT ITSS adalah perusahaan swasta yang unggul dalam produksi dan peleburan (smelter) mulai dari nikel hingga stainless steel. Perusahaan ini didirikan sekitar akhir tahun 1989-an di Kota Wenzhou, Tiongkok.
Baca Juga : Hasil Investigasi Awal, Ini Penyebab Ledakan di ITSS Morowali yang Tewaskan 12 Pekerja
Di bawah kepemimpinan founder ITSS, Xiang Guangda, perusahaan ini mulai memperluas investasi ke Indonesia pada 2009. Kemudian mendirikan kompleks pabrik nikel dan stainless steel di IMIP.
Saat ini, ITSS Dewan Direksi Industri membawahi empat grup yakni Tsingshan Holding Group Co. Ltd dan Shanghai Decent Investment (Group) Co. Ltd. Juga Tsingtuo Group Co. Ltd, Eternal Tsingshan Group Co. Ltd; serta lebih dari 100 anak perusahaan.
Selain di Indonesia, Eternal Tsingshan Group telah berinvestasi di berbagai negara besar seperti Singapura, India, Amerika Serikat, dan sebagainya. Grup ini juga mengelola lebih dari 15 anak perusahaan. (*)
Baca Juga : Presiden Jokowi Tinjau Langsung dan Apresiasi Pengelolaan Tambang PT Vale
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News