PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengapresiasi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi salah satu daerah yang sukses mengendalikan inflasi. Tercatat, inflasi di Sulsel secara Year on Year pada Bulan Desember 2023 sebesar 2,81%. Nilai ini pun tetap pada sesuai target 3% ± 1%.
"Terima kasih, Sulawesi Selatan termasuk yang sukses mengendalikan inflasi," kata Perry Warjiyo, pada Upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, di Ruang Serbaguna Baruga Phinisi Kantor BI Perwakilan Sulsel, Selasa, 23 Januari 2024.
Kesuksesan Sulsel dalam mengendalikan inflasi, kata Perry Warjiyo, juga terlihat pada Bulan November 2023, dimana inflasi tercatat 2,79 persen. Bahkan angka inflasi Sulsel lebih rendah dibandingkan Nasional, yang berada pada angka 2,86 persen.
Baca Juga : Rupiah Cetak Rekor Buruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, IHSG Ikut Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun!
Angka inflasi itu untuk pertama kali selama lima tahun terakhir yang terendah di Indonesia.
"Kita terus lakukan gerakan nasional untuk pengendalian inflasi pangan," imbuhnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menyampaikan, dalam upaya pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Sulsel bersama BI Perwakilan Sulsel, senantiasa bersinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Gandeng PKK Makassar, Kepala Bappeda Dahyal: Pendekatan Berbasis Data Bikin Program Tepat Sasaran
Arsjad memaparkan, Provinsi Sulsel terus melakukan berbagai program-program yang dapat memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat. Diantaranya adalah program diversifikasi pangan secara massif dan berkelanjutan khususnya pada tiga sektor potensial yakni pertanian, perikanan dan peternakan.
Di sektor pertanian/perkebunan, lanjut dia, fokus pada Gerakan Budidaya Pisang Cavendish, dengan memanfaatkan lahan tidur. Pisang ini adalah komoditas ekspor dan bahan baku industri.
"Target kami adalah menghasilkan 1 miliar pohon pisang dalam dua-tiga tahun kedepan, di lahan seluas 500 ribu hektar. Harapan kita, Sulsel tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan, tapi Sulsel juga akan menjadi produsen pisang terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia, mengungguli Kota Davao di Filipina," ungkapnya.
Baca Juga : BI Catat Uang Beredar Tembus Rp10.133,1 T pada Desember 2025
Budidaya lainnya di bidang hortikultura yang sedang dioptimalkan oleh Pemprov Sulsel adalah buah sukun dan nangka madu. Kemudian di sektor perikanan/kelautan, Pemprov Sulsel akan membangun 100 ribu rumpon/rumah ikan di perairan kita agar nelayan nantinya tidak perlu jauh-jauh menangkap ikan. Nelayan kita bisa menghemat BBM.
"Kita juga akan menyiapkan benih ikan nila yang akan kami bagikan kepada daerah secara gratis," imbuhnya.
Di sektor peternakan, akan mengembangkan inseminasi buatan untuk sapi, kerbau, kuda, dan kambing sebagai cara untuk meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas ternak. Yang diharapkan bisa meningkatkan populasi dan kesehatan ternak di Sulsel, serta memberikan pendapatan tambahan kepada para peternak.
Baca Juga : Catatan BI: Transaksi QRIS Tap Tembus Rp28 Miliar di Akhir 2025
"Semua upaya ini tak lain untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bermuara pada pengentasan kemiskinan, pengentasan stunting, pengendalian inflasi, dan menjaga ketahanan serta kedaulatan pangan yang saat ini sedang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," terangnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

