0%
Rabu, 10 Agustus 2022 09:54

FBI Gerebek Rumah Donald Trump, Joe Biden Tidak Tahu

Editor : Azis Kuba
Rumah mantan Presiden Donald Trump
Rumah mantan Presiden Donald Trump

Gedung Putih menegaskan penyelidikan oleh Departemen Kehakiman dilakukan secara independen dan menolak mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung.

PORTALMEDIA.ID, WASHINGTON -- Presiden Joe Biden tidak mengetahui FBI akan melakukan penggeledahan di kediaman mantan Presiden Donald Trump, Mar-a-Lago di Florida selatan dan mengetahui peristiwa itu melalui laporan berita.

Demikian pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih terkait penggerebekan FBI terhadap penggerebekan di rumah mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu.

"Kami mengetahui tentang ini, presiden mengetahui tentang ini, seperti yang Anda semua lakukan, melalui laporan publik," kata sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan.

Baca Juga : Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump

"Dan kami pelajari tentang ini seperti yang dilakukan orang-orang Amerika," imbuhnya seperti dikutip dari CBS News, Rabu (10/8/2022).

Ditanya apakah Gedung Putih mengetahui surat perintah penggeledahan atau apakah Biden telah diberi pengarahan setelah penggeledahan, Jean-Pierre mengatakan tidak.

"Biden tidak mengetahuinya, tidak. Tidak ada seorang pun di Gedung Putih yang diberi tahu," katanya. "Itu tidak terjadi," ia menekankan.

Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro

Jean-Pierre berulang kali menekankan kepada wartawan di konferensi pers Gedung Putih bahwa penyelidikan oleh Departemen Kehakiman dilakukan secara independen dan menolak mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Presiden Biden telah tegas sejak kampanye, dia percaya pada aturan hukum, pada independensi penyelidikan Departemen Kehakiman, bahwa penyelidikan itu harus bebas dari pengaruh politik, dan dia telah memegang komitmen itu sebagai presiden," katanya.

Trump pada Senin malam waktu setempat mengungkapkan bahwa resor Palm Beach-nya sedang "digerebek" oleh agen FBI, dan sumber mengkonfirmasi kepada CBS News bahwa penggerebekan itu terkait dengan penyelidikan Departemen Kehakiman yang diminta oleh Administrasi Arsip dan Catatan Nasional awal tahun ini yang melibatkan penanganan Trump atas catatan presiden.

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Arsip Nasional mengatakan telah mengambil 15 kotak catatan kepresidenan, beberapa di antaranya berisi materi rahasia, dari Mar-a-Lago pada pertengahan Januari.

Saat menjalankan surat perintah penggeledahan Senin, FBI mengambil kotak dan dokumen, dua sumber mengonfirmasi ke CBS News, dan tidak ada barang elektronik yang diambil.

Trump mengecam penggeledahan FBI sebagai tindakan "tidak perlu atau pantas," dan Partai Republik marah dengan peristiwa itu. Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy berjanji untuk menyelidikinya jika partai itu merebut kembali mayoritas di DPR dalam pemilihan paruh waktu November mendatang.

Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami

Banyak politisi Partai Republik menuduh Departemen Kehakiman meluncurkan serangan bermotif politik terhadap Trump, yang diperkirakan akan mengajukan diri kembali untuk Gedung Putih pada 2024, meskipun tidak ada indikasi penggeledahan FBI adalah bagian dari upaya untuk menargetkan musuh politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer