PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Tiga hari lagi rakyat Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Maraknya konflik horizontal serta politik di kalangan masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu perlu disikapi dengan bijak.
Mulai munculnya polarisasi dan hal-hal negatif yang berimplikasi pada keterbelahan masyarakat mendorong Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar deklarasi Pemilu Damai 2024, akhir pekan lalu.
Turut hadir Presiden Mahasiswa, Ketua Lembaga serta diikuti anggota dan mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga : Jelang Pungut Hitung Suara, BEM di Makassar Serukan Jaga Persatuan
Presiden Mahasiswa UINAM, Fadil Musaffar menyampaikan bahwa deklarasi Pemilu Damai tersebut atas inisatif Dema UINAM dalam mendukung terselenggaranya Pemilu 2024 yang jujur, adil, dan damai tanpa provokasi.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan deklarasi damai ini untuk mengawal pesta demokrasi dan Pemilu 2024 secara damai,” ujar Fadil.
Fadil menuturkan kalangan mahasiswa, khususnya di UINAM merasa prihatin dengan kondisi pesta demokrasi saat ini yang semakin penuh dengan narasi kebencian dan upaya memecah belah bangsa Indonesia.
Baca Juga : Jelang Pencoblosan, Serum Institut Gelar Dialog Pemilu Damai
"Pemilu, sebagai sarana integrasi bangsa, dianggap belum mencapai tujuan yang diharapkan,” ucapnya.
Fadil menuturkan dalam situasi politik yang penuh tekanan, mahasiswa harus mengambil peran yang proaktif untuk memastikan Pemilu berlangsung damai tanpa konflik dan provokasi SARA. “Deklarasi itu didasari iklim politik yang terjadi saat ini. Provokasi dan isu SARA semakin merajalela, menjatuhkan lawan politik dengan narasi tak berdasar,” tutur Fadil.
Fadil menegaskan mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar siap mengawal pesta demokrasi lima tahunan ini. Dia pun mengajak seluruh masyarakat, pelajar, dan mahasiswa untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu 2024 dengan berasaskan jujur, adil, dan damai.
Baca Juga : Wujudkan Pemilu Damai 2024, Polda Sulsel Agendakan Dzikir dan Doa Kebangsaan
"Intinya, kami menolak keras segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, hoax dan isu SARA. Meski beda pilihan, seluruh pihak harus tetap menjaga persatuan untuk menciptakan Indonesia adil dan makmur menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News