0%
Minggu, 10 Maret 2024 17:19

Muhammadiyah Ajak Umat Muslim Saling Menghormati Terkait Perbedaan Awal Ramadan

Editor : Alif
Muhammadiyah Ajak Umat Muslim Saling Menghormati Terkait Perbedaan Awal Ramadan
ist

Muhammadiyah mengimbau masyarakat saling menghormati jika nantinya awal Ramadan hingga rakaat dalam pelaksanaan tarawih berbeda.

PORTALMEDIA.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemungkinan awal Ramadan 2024 atau 1445 Hijriah akan berbeda.

Muhammadiyah mengimbau masyarakat saling menghormati jika nantinya awal Ramadan hingga rakaat dalam pelaksanaan tarawih berbeda.

"Terhadap perbedaan awal Ramadan dan ibadah lainnya, seperti rakaat tarawih, hendaknya saling menghormati," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).

Baca Juga : Hasil Muktamar ke-35 NU: AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar Sebagai Rais Aam 2026–2031

Mu'ti mengimbau umat Islam menunaikan puasa, salat tarawih dan ibadah lainnya dengan khusyuk mengharapkan rida Allah. Dia meminta masyarakat menjaga situasi dan kondisi agar umat Islam dapat beribadah dengan sebaik-baiknya.

"Kami mengimbau kepada umat Islam menunaikan ibadah puasa, salat tarawih, dan ibadah Ramadan lainnya dengan khusyuk, mengharapkan rida Allah," kata Mu'ti.

"Kepada masyarakat luas, hendaknya menjaga situasi dan kondisi yang kondusif dengan menjaga ketenangan dan saling menjaga agar umat Islam dapat beribadah dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Baca Juga : Fenomena Februari 2026: Libur Imlek Bareng Awal Ramadan

BMKG sebelumnya merilis laporan prediksi ketinggian hilal untuk menentukan awal Ramadan di Indonesia. Hasilnya, ada kemungkinan awal Ramadan 1445 H akan berbeda.

Dari laporan itu, awal Ramadan berpotensi jatuh pada hari yang berbeda sesuai dengan penghitungan yang digunakan. BMKG menjelaskan konjungsi merupakan kondisi ketika bulan dan matahari mempunyai bujur ekliptika yang sama.

Disebutkan, konjungsi geosentrik (ijtima') akan kembali terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024 pada pukul 09.00 UT atau pukul 16.00 WIB atau pukul 17.00 WITA atau pukul 18.00 WIT.

Baca Juga : Muhammadiyah Ajak Masyarakat Sambut 2026 dengan Empati

Laporan BMKG menyebutkan, pada 10 Maret 2024, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.51 WIT di Waris, Papua. Sementara waktu matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.50 WIB di Banda Aceh, Aceh.

"Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah matahari terbenam tanggal 10 Maret 2024 di sebagian wilayah Indonesia," tulis BMKG pada Jumat (23/2/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar