PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Kalla Beton resmi mengimplementasikan inovasi pemanfaatan Waste Bata Ringan guna mengurangi penggunaan pasir sebesar 8% pada proses produksi bata ringan.
Langkah ini dilakukan tanpa mengurangi mutu, kekuatan, maupun kualitas produk yang dihasilkan. Waste Bata Ringan merupakan material hasil limbah pemotongan (cutting) diolah dan disaring (filtrasi) secara terstruktur sebelum dicampurkan kembali sebagai bahan baku daur ulang.
Melalui metode ini, komposisi pasir pada setiap 1m³ bata ringan berkurang dari 330 kg menjadi 303,6 kg, memangkas rasio penggunaan pasir murni dari 100% menjadi 92%.
Bata Ringan & Mortar Manager, Muhammad Shobir, mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat implementasi praktik industri yang berkelanjutan.
"Pemanfaatan Waste Bata Ringan merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya di dalam proses produksi. Melalui pengolahan limbah cutting menjadi bahan baku yang kembali bernilai, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan pasir, tetapi juga memastikan kualitas Bata Ringan Kalla Beton tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa efisiensi dan kualitas dapat berjalan beriringan," jelasnya.
Sementara itu, Production Bata Ringan Section Head, Ahmad Biadi, menjelaskan bahwa seluruh proses pemanfaatan Waste Bata Ringan dilakukan melalui pengendalian mutu yang ketat sehingga kualitas produk tetap terjaga.
"Setiap Waste Bata Ringan yang digunakan telah melalui proses pengolahan dan filtrasi sesuai standar operasional perusahaan sebelum dicampurkan kembali ke dalam proses produksi. Kami juga melakukan pengujian secara berkala untuk memastikan bahwa setiap bata ringan yang diproduksi tetap memiliki mutu, kekuatan, dan kualitas yang konsisten sesuai spesifikasi produk Kalla Beton," imbuhnya.
Melalui penerapan prinsip keberlanjutan ini, Kalla Beton terus mendorong efisiensi operasional dan pengurangan limbah produksi, sekaligus bersiap mengembangkan inovasi ramah lingkungan lain di seluruh lini bisnis perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

