Asriady mengatakan, sosok Ganjar sangat cocok dan layak jadi pemimpin nasional. Terlebih, modal yang dimiliki sudah mumpuni dengan pengalaman dalam jabatan legislatif maupun eksekutif di daerah Jawa Tengah.
"Kinerja beliau luar biasa, sosoknya merupakan representasi seorang pemimpin yang bisa melanjutkan kepemimpinan nasional hari ini. Makanya banyak partisipan ini hadir terpanggil hati nuraninya bagaimana Pak Ganjar bisa lanjut ke level presiden," tutur Asriady.
Ganjar Dinilai Dekat dengan Ulama
Ditanya mengenai awal gerakan dari acara deklarasi gtersebut, Asriady menyebutkan, sosok Ganjar memang sangat dekat dengan ulama dan kiai.
Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
"Kalau kita melihat misalnya masyarakat yang ada di jawa itu, sangat akrab dengan beliau, dan istrinya pak ganjar itukan anak dari kiai pimpinan pesantren NU yang ada di Jawa Tengah," lanjutnya
Pengamat: Ganjar Bisa Manfaatkan Primordialisme
Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto mengatakan Ganjar Pranomo akan mampu memikat hati pemilih di Sulsel, sebab kehadirannya sebagai tokoh baru yang sedang diperbincangkan oleh banyak kalangan ini akan menjadi pusat perhatian, tak terkecuali di Sulsel.
"Apalagi untuk konteks nasional, Ganjar memang mempunyai daya tarik atau magnet tersendiri untuk pemilih. Saya rasa di Sulawesi Selatan pun, jualan politiknya akan menarik kan ini tentang primordialisme," ucapnya melalui sambungan telepon, Senin (8/8/2022) lalu.
Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini
Sama halnya dengan Sandiaga Uno, kata dia, tatkala memutar bola perpolitikan lewat pengakuannya sebagai orang Bugis.
"Ma'ruf Amin juga kan sempat diangkat sebagai karaeng di Kabupaten Takalar. Ini menunjukkan bahwa primordialisme di Sulsel masih menjadi jualan yang cukup berpengaruh atas pemilih di Makassar," bebernya.
Ali mengatakan kedatangan Gubernur Jawa Tengah itu di Makassar, Sulsel beberapa waktu lalu terlihat bisa diterima oleh masyarakat. Itu pertanda bisa menjadi pertimbangannya untuk menggaet strategi baru untuk memenangkan pemilihan.
Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang
"Misalnya, Ganjar mengundang antusiasme masyarakat dengan bersanding dengan orang Sulawesi sebagai wakilnya di pemilihan nanti, itu akan sangat menarik dan menjadi seksi," terang Ali Armunanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News