Ganjar menggandeng keraton-keraton atau istana kebangsawanan yang ada di Bugis. Seperti, Bone maupun Gowa. Itu akan menambah keistimewaannya.
"Walaupun sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, Karena masyarakat justru melihat orangnya. Tapi kemudian representasi simbolis semacam itu juga bisa mengundang simpati. Jadi itu yang bisa dilakukan Ganjar. Mengambil wakil ataupun mencoba peruntungan dengan representasi simbolik," jelasnya.
Pasngkan dengan Tokoh Sulsel

Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
Ali juga mengatakan, jika ingin memenangkan Kawasan Timur Indonesia, maka Ganjar harus mempertimbangkan untuk memilih tokoh Sulsel sebagai wakil.
Ia mencontohkan, 2 tokoh politik di provinsi ini yang cocok disandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah yaitu Andi Amran Sulaiman dan Syahrul Yasin Limpo. Mereka mempunyai kapasitas yang sama di bidang pemerintahan. Apalagi Amran Sulaiman kan memiliki prestasi yang besar. Begitu pun dengan Syahrul.
Untuk meraup suara pemilih Sulawesi Selatan cukup usung salah satu tokoh berpengaruh di dalamnya.
"Tapi itu untuk orang Sulsel, kalau ada satu itu mereka gak liat kapasitasnya lagi, mereka liat primordialnya. Mau punya kapasitas atau tidak yang penting orang Sulsel pasti dipilih. Kecuali beberapa orang yang pernah punya masalah sebelumnya yah seperti Nurdin Halid dan lainnya itu belum tentu," terangnya.
Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini
Dia pun meminta tim pemenangan Ganjar dapat menyusun strategi yang tepat jika ingin meraih suara dari Indonesia bagian timur.
"Jangan sampai lawan yang mengadopsi representasi simbolis, atau lawan yang mengambil wakil dari Sulsel tentu itu hasilnya akan berbeda," tutup Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News