PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Salat tarawih adalah shalat yang dilakukan satu tahun sekali hanya di bulan suci Ramadhan.
Terkait dengan hal itu, ada yang masih bingung dan bertanya, bolehkah salat tarawih sendiri? atau bolehkah salat tarawih di rumah bagi wanita?
Tidak ada perbedaan pendapat para ulama tentang boleh tidaknya salat tarawih sendiri.
Baca Juga : Atasi Perut Begah dan Sembelit, Ini 6 Sumber Serat Wajib Selama Ramadan
Hukum salat tarawih sendirian dan berjamaah sama-sama sunnah. Salah satu dasarnya, hadits yang diriwayatkan dari istri Rasululllah SAW, Aisyah Ra yang artinya berikut ini:
Diriwayatkan dari Aisyah Ummul Mukminin Ra, bahwasanya Rasulullah SAW pada suatu malam salat di masjid. Lalu salatlah bersama salatnya (berjamaah) sejumlah orang. Kemudian orang satu kabilah (dalam jumlah besar) juga ikut salat, sehingga jumlah jamaah semakin banyak.
Pada malam ketiga atau keempat, para jamaah telah berkumpul, tetapi Rasulullah SAW tidak keluar ke masjid menemui mereka.
Baca Juga : Walikota Makassar Larang SOTR dan Konvoi, Instruksikan RT/RW Jaga Ketertiban Ramadan
Ketika pagi tiba, Rasulullah berkata: 'Aku sungguh telah melihat apa yang kalian lakukan (tarawih berjamaah). Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, kecuali sesungguhnya aku takut, (kalian menganggap) salat itu diwajibkan atas kalian.' Kata Aisyah: Hal itu terjadi di bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadits itu menunjukkan Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat sunnah pada malam bulan Ramadan, yang kemudian disebut tarawih, secara berjamaah maupun sendirian di rumah.
Dari hadits di atas juga diketahui bahwa maksud Nabi Muhammad SAW bertindak demikian adalah supaya umatnya tidak menganggap sholat tarawih sebagai kewajiban.
Baca Juga : Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026 Hari Ini
Kebiasaan umat Islam melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid selama sebulan penuh ketika Ramadan baru muncul setelah ada seruan dari Khalifah Umar ibn Khattab.
Mengingat tak ada sahabat yang membantah seruan Khalifah Umar, mayoritas ulama dari Mazhab Syafii, Hanafi, dan Hanbali berpendapat tarawih jamaah di masjid lebih utama.
Tata cara salat tarawih sendiri di rumah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang dikerjakan secara berjamaah. Hanya saja, bacaan niat salat tarawih sendiri tidak sama dengan tarawih berjamaah.
Baca Juga : Jamin Stok Aman Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 472 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar
Salat tarawih berjamaah dilaksanakan dengan bacaan niat sebagai makmum atau imam.
Sementara itu, sholat tarawih sendirian dikerjakan dengan niat sebagai musholli munfarid (orang yang sholat sendiri).
Salat tarawih sendiri berapa rakaat? Sama seperti ketika dilaksanakan berjamaah, salat tarawih sendiri biasanya dikerjakan dengan beberapa pilihan rakaat.
Baca Juga : Gandeng Rektor Unismuh, Radio Venus 97,6 FM Kembali Hadirkan Program 'Opus Ramadhan'
Di Indonesia, banyak umat Islam mengerjakan salat tarawih dengan 23 rakaat (20 rakaat tarawih dan 3 witir) atau 11 rakaat (8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir).
Niat Salat Tarawih Sendiri
Niat salat tarawih sendiri mesti disesuaikan dengan status musholli (orang yang sholat) selaku munfarid (sendirian).
Bacaan niat salat tarawih sendiri juga perlu selaras dengan formasi rakaatnya. Salat tarawih sendiri bisa dikerjakan 23 rakaat (20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir), 11 rakaat (8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir), atau bahkan 36 rakaat yang ditutup dengan salat witir 3 rakaat jika mengikuti mazhab Imam Malik.
Di Indonesia, rakaat tarawih dan witir yang paling umum digunakan adalah 23 rakaat dan 11 rakaat.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News