PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (14/8).
Kali ini, tim LPPM yang diketuai oleh Faradillah Firdaus merealisasikan PKM yang berjudul "Daya Juang dalam Pembelajaran Daring pada Remaja Binaan Lembaga Rumah Zakat"
Saat dikonfirmasi portalmedia.id, Faradillah menerangkan tujuannya menyasar anak remaja di daerah Rappokalling untuk meningkatkan optimisme belajar dalam menghadapi lingkungan sekitar.
"Inti dari pengabdian ini, kami mengajak anak-anak memaksimalkan waktu senggang untuk sharing tentang kegiatan yang kami jalankan," bebernya via telepon, Senin (15/8).
Untuk bentuk sharing-nya sendiri kata dia, anak - anak diajak untuk diskusi dan bermain games.
"Nah, dari kegiatan ini kami mencoba melihat sisi psikologi anak. Ada sebanyak 45 anak remaja yang kami dengarkan keluh kesahnya selama pembelajaran online diterapkan," pungkasnya.
Baca Juga : Makassar Berkibar Raih Prestasi, 10 Sekolah Sabet Penghargaan Adiwiyata 2025
Tatkala, para remaja mulai menceritakan pengalamannya dibully dan mendapatkan perilaku body shaming dari teman sejawatnya.
"Makanya kami mengajarkan mereka untuk melakukan counseling sederhana apabila mendapati temannya dibully," ujar Faradillah.
Terlebih, anak remaja yang tinggal disana memiliki lingkungan yang beragam, sehingga perlu dilakukan pendampingan secara berkala.
Baca Juga : Kota Makassar Resmi Naik Kelas, Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025
"Jadi, program ini tidak selesai sampai disini. Kita akan tetap melakukan pendampingan," katanya.
Setelah ini, Faradilah bersama dua rekannya, Nurfitriany dan Tri sulastri akan menggadeng mahasiswa untuk melakukan pengabdian di Rappokalling.
"Karena kami kan dari jurusan psikologi. Makanya, kami akan melanjutkan program ini ke Program mahasiswa merdeka atau MBKM, yang kemudian akan magang disana selama 6 bulan untuk memperhatikan perkembangan lingkungan anak remaja," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News