0%
Kamis, 13 Juni 2024 15:21

Muhammadiyah Sebut Salam Lintas Agama Jaga Akidah Umat Islam

Editor : Alif
Muhammadiyah Sebut Salam Lintas Agama Jaga Akidah Umat Islam
ist

Dalam berijtihad, kata dia, ulama memiliki pedoman supaya ketika menyampaikan salam jangan sampai merusak akidah dan keyakinan umat Islam.

PORTALMEDIA.ID - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menganggap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan pengucapan salam lintas agama semata untuk menjaga akidah umat Islam.

"Jika kita bicara tentang fatwa Majelis Ulama Indonesia yang terkait dengan masalah salam lintas agama, itu konteksnya sudah jelas untuk menjaga akidah dan agama dari umat Islam sendiri agar mereka tidak terseret kepada hal-hal yang tidak disukai oleh Allah SWT," kata Anwar dalam keterangannya, Kamis (13/6/2024).

Anwar menjelaskan konteks salam dalam ajaran Islam merupakan ibadah. Karena itu, sesama orang muslim dapat mengucapkan salam 'Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh'.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 18 Februari dan Idulfitri 20 Maret 2026

Dia pun menjelaskan soal bagaimana jika seorang muslim ingin menyapa salam orang lain yang berbeda agama? Menyikapi ini, Anwar mengatakan ulama melakukan ijtihad lantaran belum ada tuntunan yang jelas.

Dalam berijtihad, kata dia, ulama memiliki pedoman supaya ketika menyampaikan salam jangan sampai merusak akidah dan keyakinan umat Islam.

"Salah satu hal yang harus kita jaga dalam menyampaikan salam tersebut bagaimana caranya supaya ketika kita menyampaikan salam tersebut kita tidak menyekutukan Allah SWT," kata dia.

Baca Juga : Besok Moon Blood, Muhammadiyah Imbau Warga Lakukan Salat Gerhana

Karena itu, Anwar menawarkan solusi alternatif salam yang paling aman secara syariat digunakan umat Islam kepada orang non-muslim adalah salam yang tidak mengandung ibadah dan ataupun tradisi dari pemeluk agama lain tersebut.

"Contohnya adalah salam-salam yang juga sudah biasa diucapkan oleh warga bangsa di negeri ini seperti 'selamat pagi', 'selamat siang' dan 'selamat malam' dan atau 'salam sejahtera untuk kita semua'," kata dia.

Anwar menilai alternatif salam ke agama lain tersebut perlu dipertegas supaya umat Islam tak sampai mengucapkan salam dari semua agama dengan alasan toleransi.

Baca Juga : Pemkot dan Muhammadiyah Gaungkan Pendidikan dan Peduli Lingkungan Menuju Generasi Emas

Baginya, hal ini penting untuk dipahami karena semangat yang terkandung dalam UUD 1945 mengamanatkan penduduk Indonesia dituntut menjadi orang baik yang tunduk serta patuh dengan ajaran agamanya masing-masing.

"Supaya terbangun hubungan yang baik diantara kita yang sama dan atau berbeda agama dan keyakinannya maka sapa lah mereka dengan salam yang tidak akan merusak akidah dan keyakinan kita masing-masing," kata Anwar yang juga wakil ketua MUI ini.

Sebelumnya hasil forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI yang digelar di Bangka Belitung pada 30 Mei lalu memutuskan mengucapkan salam lintas agama bukan implementasi dari toleransi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer