0%
Senin, 22 Agustus 2022 16:38

Tergolong Rendah, Baru 34 Persen Anak di Sulsel yang Akses Layanan PAUD

Penulis : Dewi
Editor : Rasdiyanah
Pelatihan Calon Pelatih Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Foto: dok
Pelatihan Calon Pelatih Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Foto: dok

Angka partisipasi anak di Sulsel dalam mengakses layanan PAUD masih tergolong rendah.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Angka partisipasi kasar anak yang bisa mengakses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulsel masih rendah, hal ini terungkap pada Pelatihan Calon Pelatih Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif kerja sama Pemerintah Sulawesi Selatan dan Unicef atas Dukungan Pemerintah Jepang. 

"Di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan ini, kita masih berjuang untuk meningkatkan akses agar anak-anak kita bisa menikmati layanan PAUD. Di Sulsel, angka partisipasi kasar 34 persen, di bawah rata-rata nasional 39 persen," ungkap Nugroho Indera Warman, Unicef Education Specialist Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku, di Hotel Best Western, Makassar, Senin (22/8/2022). 

Nugroho mengungkapkan, kondisi tersebut semakin diperburuk dengan pandemi Covid 19 yang terjadi dua tahun terakhir, yang sangat mempengaruhi sektor pendidikan, termasuk PAUD. Di mana, learning loss tidak hanya terjadi di tingkat SD, SMP, dan SMA, tetapi juga terjadi di layanan PAUD.

Baca Juga : Kolaborasi LP2M UIN Alauddin Makassar dan UNICEF Wujudkan Pesantren Ramah Anak di Sulsel

"Dampaknya bisa kita lihat pada keterampilan dasar anak, literasi dan numerasi. Untuk literasi terjadi learning loss setara enam bulan belajar, sedangkan di numerasi learning loss setara lima bulan belajar," ujarnya.

Ia berharap, ke depan kondisi PAUD bisa jauh lebih baik dari kondisi saat ini. Apalagi dengan kehadiran program PAUD HI, yang tidak hanya memperhatikan untuk pendidikan saja, tetapi seluruh kebutuhan esensial anak.

"Setelah pelatihan ini, kami harap bisa menciptakan SDM berkualitas dalam layanan PAUD," harap Nugroho.

Baca Juga : Beijing-Tokyo Memanas, 500 Ribu Tiket Penerbangan China ke Jepang Dibatalkan!

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad, yang sekaligus membuka pelatihan ini, mengungkapkan, pemerintah provinsi menargetkan satu desa satu PAUD HI. Namun, yang terlebih dahulu harus disiapkan adalah SDM-nya.

"Dalam PAUD HI ini, seluruh kebutuhan esensial anak sudah terpenuhi. Bukan hanya pendidikan saja, tetapi juga gizi, pengasuhan, hingga perlindungan anak," kata Setiawan.

Menurut Setiawan, untuk mewujudkan PAUD HI, maka ada tiga aspek yang harus menjadi perhatian. Antara lain, keberpihakan sistem melalui regulasi dan sinergitas, pembiayaan, dan ketersediaan SDM.

Baca Juga : Sekda Sulsel-JICA Bahas Penyerapan Tenaga Kerja Vokasi ke Jepang

"Pengembangan PAUD ini juga harus dimonitor. Kemudian, kita harus intervensi pada bagian yang dianggap lemah," terangnya.

Sekedar informasi, pelatihan ini dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama yang dilaksanakan 22 hingga 26 Agustus 2022, diikuti dua kabupaten, Bone dan Bantaeng. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer