PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan inklusifitas di tengah masyarakat dengan menggelar Salat Subuh berjemaah di Anjungan City of Makassar, Pantai Losari, pada Minggu (22/9/2024).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum penting bagi Pemkot untuk melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Pada kesempatan ini, Pemkot Makassar memberikan ruang khusus bagi para penyandang disabilitas untuk turut ambil bagian dalam acara yang sakral tersebut.
Baca Juga : Lewat Makassar Move, Wali Kota Munafri Ajak Warga Olahraga Sambil Awasi Fasilitas Publik
Kehadiran Muhammad Rustam, qori terbaik penyandang disabilitas cacat netra tingkat MTQ-Rong Kota Makassar Tahun 2023, dan Masyita Putri Nashira, qoriah terbaik nasional sekaligus hafizah 30 juz yang juga penyandang disabilitas cacat netra, menambah kekhusukan acara.
Rustam bertindak sebagai muazin, sementara Masyita melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan indah.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, menyatakan bahwa acara ini menjadi bukti nyata bahwa Makassar adalah kota yang ramah dan terbuka bagi semua warganya, tanpa terkecuali.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
Inklusi sosial di berbagai sektor, termasuk dalam kegiatan keagamaan, menjadi salah satu fokus utama Pemkot dalam menciptakan kesetaraan dan harmoni di masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa semua warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan merasakan kebersamaan dalam setiap kegiatan di Makassar," ujar Danny, sapaan akrabnya.
Dengan menghadirkan para penyandang disabilitas, Pemkot Makassar juga berharap bahwa langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain untuk lebih peduli dan membuka ruang bagi mereka.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
Keterlibatan aktif ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga pengakuan atas kemampuan dan prestasi mereka di berbagai bidang.
"Makassar harus menjadi contoh dalam hal inklusifitas. Kami akan terus mendorong agar seluruh kegiatan masyarakat, baik formal maupun non-formal, yang dapat diakses oleh semua kalangan," jelas Danny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News