PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Makassar selama beberapa pekan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi aktivitas warga, tetapi juga mulai berdampak pada ketersediaan air bersih dan layanan publik lainnya.
Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, memastikan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi tantangan ini.
Baca Juga : Lewat Makassar Move, Wali Kota Munafri Ajak Warga Olahraga Sambil Awasi Fasilitas Publik
Menurut Danny, sapaan akrabnya, pengalaman menghadapi musim kemarau pada tahun sebelumnya menjadi modal penting dalam menangani situasi ini.
Kata dia, Pemerintah Kota Makassar telah memiliki rencana matang, terutama terkait suplai air bagi kebutuhan warga.
Sumber air dari bendungan maupun sumur yang telah dibangun sebelumnya menjadi andalan utama. Namun, langkah lebih lanjut telah dipersiapkan jika kondisi semakin memburuk.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
"Artinya kita harus bersiap. Pemerintah kota sudah punya pengalaman menghadapi kemarau tahun lalu. Kalau Bendungan Lekopancing lagi kering, kita akan andalkan daerah selatan dan sumur-sumur yang telah kita buat sebelumnya," ungkap Danny, Senin, (23/9/2024).
Dalam menghadapi kemungkinan ketersediaan air yang semakin terbatas, Danny menegaskan bahwa suplai air masih dapat ditangani oleh tangki-tangki milik pemerintah.
Namun, jika kebutuhan meningkat dan suplai air tangki tidak lagi mencukupi, pemerintah akan memobilisasi seluruh truk dan toran air yang tersedia.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga agar masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama masa cuaca panas ini berlangsung.
"Sampai sekarang tangki kita masih bisa mensuplai. Tetapi kalau misal tidak memadai lagi, maka seluruh truk dan toran air kita akan mobilisasi," tegasnya.
Selain itu, Dia juga menjelaskan mengenai pembagian jenis suplai air yang dilakukan oleh pemerintah kota.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
Suplai air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) disediakan oleh pemadam kebakaran, sementara untuk air minum dan memasak, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bertanggung jawab atas suplai tersebut.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi secara optimal, sesuai dengan kegunaannya masing-masing.
"Air untuk MCK itu disuplai dari pemadam kebakaran. Air untuk minum dan masak, PDAM yang suplai. Jadi kita bagi dua," ujarnya.
Baca Juga : Pengamat Nilai Ketegasan Munafri Tertibkan Parkir Liar hingga PKL Sangat Tepat Menata Makassar
Tidak hanya fokus pada suplai air, Pemerintah Kota Makassar juga memikirkan antisipasi terhadap kemungkinan pemadaman listrik bergilir yang bisa terjadi akibat cuaca panas ekstrem.
Danny menyebutkan bahwa penggunaan panel surya atau solar panel menjadi solusi yang tengah diupayakan oleh pemerintah kota.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional, terutama dalam kondisi darurat seperti sekarang.
"(Soal listrik) itu PLN, karena tentunya akan terganggu suplai, Makanya kenapa pakai solar panel," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News