0%
Kamis, 25 Agustus 2022 23:19

Mengingat Pernyataan Pers "Bohong" Kombes Budhi Herdi dalam Kasus Brigadir J

Editor : Rasdiyanah
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. Foto: dok kompas
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. Foto: dok kompas

Salah satu personel polisi yang dicopot dari jabatan pentingnya sebagai Kapolres Jakarta Selatan, adalah Kombes Budhi Herdi. Adapun peran kombes Budhi dalam kasus ini adalah memberikan keterangan pers yang pada akhirnya diketahui semua adalah bohong.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Terkait kasus kematian Brigadir J atau Brigadir Yoshua alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, salah satu dari sejumlah personel yang dicopot yakni Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto. Ia dicopot setelah diperiksa oleh Inspektur Khusus (Itsus) Polri.

Sebelum dicopot, Budhi lebih dulu dinonaktifkan dari jabatannya. Kini, dia dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.Pencopotan Budhi Herdi diduga karena melakukan pelanggaran etik dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Dikutip dari kompas, saat menjabat, Budhi memberikan pernyataan mengenai kronologi hingga penyebab kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo dalam konferensi pers di Polres Jaksel pada 12 Juli 2022. Budhi menyampaikan keterangan itu tiga hari setelah peristiwa terjadi.

Tewas Baku Tembak

Baca Juga : ETLE Rekam Pengemudi Mobil Berbuat Mesum Viral di Medsos

Budhi saat itu menyebut Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo yang terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 WIB.

Aksi tembak menembak itu disebut-sebut dipicu karena Brigadir J diduga melecehkan Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Budhi, Putri Chadrawathi saat itu dalam posisi sedang tertidur setelah tiba di rumah usai melakukan perjalanan dari luar kota.

Baca Juga : Emak-emak yang Gagalkan Perampokan Awalnya Hendak Siram Air Cabai Tapi Diganti Toples

"Karena lelah mungkin pulang dari luar kota, ibu sempat tertidur. Pada saat itu, tidak diketahui oleh orang lain, Brigadir J masuk dan kemudian melakukan pelecehan terhadap ibu," ujar Budhi.

Saat itu, tindakan Brigadir J yang disebut ingin melakukan pelecehan diketahui oleh Putri Chandrawathi.
Putri saat itu terbangun dari tidur lalu berteriak meminta tolong. "Pada saat ibu (istri Kadiv Propam) tertidur, lalu terbangun dan kaget, kemudian menegur saudara J. Saudara J membalas, 'diam kamu!' sambil mengeluarkan senjata yang ada di pinggang," kata Budhi.

Teriakan Putri Chandrawathi membuat Bharada E datang menghampiri pusat suara dari salah satu kamar di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga : Kapolda Sulsel Puji Pemasangan Ribuan CCTV Pemkot Makassar di Lorong-lorong

"Saudara E datang menanyakan yang terjadi, bukan dijawab tapi dilakukan penembakan oleh saudara J," kata Budhi. Aksi baku tembak terjadi. Bharada E disebut menembak Brigadir J sebanyak lima kali.

Kelima tembakan Bhadara E disebut tepat sasaran mengenai yang beberapa bagian tubuh Brigadir J. "Tembakan (Brigadir J) tidak mengenai saudara E, hanya mengenai tembok," ucap Budhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar