Herawati menambahkan bahwa saat ini Kemenkes juga tengah bekerja sama dengan Kemendikbud untuk mengatur penggunaan gadget saat belajar online agar anak-anak tidak menghabiskan waktunya dengan menggunakan gadget.
Namun, hal ini tidak akan berhasil bila tak didukung langsung oleh orang tua. Maka dari itu, Herawati berharap agar orang tua bersedia untuk bekerja sama membatasi penggunaan gadget anak-anak di luar jam sekolah, terutama bila PJJ.
"Kalau anak nangis jangan langsung dikasih gadget karena akan menjadi kebiasaan atau gaya hidup, apalagi kalau masih sekolah online. Kalau dibiasakan dari kecil, hal itu akan terus dilakukan sampai besar,” pungkasnya.
2. Buat kesepakatan antara anak dan orang tua
Baca Juga : Menteri PPPA Usul Tugas Sekolah Diberikan Secara Manual, Bukan Lewat Gadget
Selain itu, orang tua dan anak perlu membuat kesepakatan untuk bermain gadget. Misalnya, dalam satu hari–di luar jam sekolah– anak hanya boleh main gadget selama satu jam.
Orang tua pun juga perlu menjadi contoh yang baik untuk anak-anak, misalnya dengan mengendalikan penggunaan gadget sehari-hari di depan anak.
“Buat kesepakatan antara orang tua dan anak, misalnya kesepakatan satu kali dalam 24 jam di luar jam sekolah. Kita pun juga harus jadi contoh untuk anak-anak, jangan kita pegang gadget terus-terusan karena kita menjadi contoh atau role model bagi anak-anak. Kita pun juga harus bisa menahan atau mengendalikan,” tambah Herawati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News