PORTALMEDIA.ID - Kekalahan Kamala Harris dalam Pemilihan Presiden AS 2024 memicu perpecahan di kalangan Partai Demokrat, dengan banyak pihak yang menuding Presiden Joe Biden sebagai penyebab utama.
Beberapa pejabat senior partai menyebut keputusan Biden untuk mencalonkan diri kembali sebagai "kesalahan besar" yang menutup peluang bagi calon Demokrat yang lebih kuat.
Keputusan Biden untuk bertarung lagi dianggap mengkhianati janjinya sebagai presiden "transisi," yang semestinya membuka jalan bagi generasi pemimpin baru.
Baca Juga : Ketegangan AS-Iran Memanas, Isu Nuklir dan Blokade Selat Hormuz Masih Jadi Ganjalan Damai
Namun, tekanan dari berbagai pihak memaksa Biden mundur dari pencalonan hanya beberapa bulan sebelum pemilu, meninggalkan Harris dalam kondisi kampanye yang terbatas.
Dengan situasi ini, Harris hanya memiliki waktu singkat untuk menggalang dukungan. Menurut seorang pejabat kampanye, upaya Harris lebih tampak sebagai "kampanye Biden dengan poster-poster baru," mengindikasikan kurangnya strategi independen.
Hasil pemilu menunjukkan Trump unggul dengan 277 suara elektoral, mengalahkan Harris yang meraih 224 suara.
Baca Juga : Gencatan Senjata Rapuh! AS Gempur Basis Drone Iran, Israel Targetkan Beirut
Kemenangan Trump yang kembali ke Gedung Putih semakin menguatkan kecaman terhadap Biden di kalangan Demokrat, yang merasa kesempatan terbaik partai telah hilang karena keputusan Biden untuk mencalonkan diri kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News