0%
Senin, 11 November 2024 14:19

PSSI Tanggapi Sanksi FIFA, Janji Evaluasi dan Perbaikan Diri

Editor : Alif
PSSI Tanggapi Sanksi FIFA, Janji Evaluasi dan Perbaikan Diri
ist

Arya juga mengakui bahwa PSSI perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait masalah yang terjadi, terutama soal keterlambatan kick off yang menjadi perhatian.

PORTALMEDIA.ID — Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan bahwa PSSI akan patuh terhadap sanksi yang diberikan oleh FIFA kepada Timnas Indonesia terkait sejumlah pelanggaran selama kualifikasi Piala Dunia 2026.

Arya juga mengakui bahwa PSSI perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait masalah yang terjadi, terutama soal keterlambatan kick off yang menjadi perhatian.

“Kita patuh saja ya terhadap denda yang diberikan oleh FIFA. Apalagi, ini memang jadi kesempatan bagi kita untuk evaluasi dan memperbaiki diri,” ujar Arya.

Baca Juga : Lepas dari Sanksi FIFA, PSM Segera Belanja Pemain Baru?

Ia menyebutkan bahwa pelanggaran seperti keterlambatan kick off menjadi pembelajaran penting untuk meningkatkan profesionalisme dalam penyelenggaraan pertandingan di masa depan.

Sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait pertandingan yang berlangsung pada 10 Oktober 2024 di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, ketika Indonesia menghadapi Bahrain.

Komite Disiplin FIFA mendapati adanya protes berlebihan dari Manajer Timnas Indonesia Sumardji dan asisten pelatih Kim Jong Jin terhadap keputusan wasit. Kedua ofisial itu dinilai melanggar kode etik FIFA.

Baca Juga : Spanyol di Puncak, Indonesia Masih Kalah dari Malaysia

Sumardji mendapat sanksi larangan mendampingi skuad selama satu pertandingan serta denda sebesar 5.000 Swiss Franc, atau sekitar Rp89,5 juta. Sementara itu, asisten pelatih Kim Jong Jin dilarang mendampingi tim selama empat pertandingan, dengan denda yang sama. Kedua hukuman ini diterima PSSI, mengingat situasi di lapangan saat itu.

Arya juga menyoroti aksi Sumardji yang bertujuan melindungi pelatih agar tidak terkena hukuman lebih berat.

"Pak Mardji saat itu berusaha menjaga agar pelatih tidak kena imbas lebih besar, sehingga ia memilih untuk maju dan menerima konsekuensi dari tindakannya,” kata Arya, mengapresiasi sikap Sumardji meski menyayangkan akibatnya.

Baca Juga : Sempat Tertunda, John Herdman Diperkenalkan PSSI Pagi Ini

Selain sanksi terhadap ofisial, FIFA juga memberikan teguran kepada Indonesia akibat terlambat menggelar kick off pada laga melawan Australia di Jakarta, 10 September 2024. Meski tidak ada denda untuk pelanggaran ini, peringatan tersebut menjadi sinyal penting bagi PSSI untuk memperbaiki manajemen waktu.

Tidak hanya itu, FIFA juga memberikan sanksi denda sebesar 10.000 Swiss Franc atau sekitar Rp179,3 juta karena keterlambatan kick off pada pertandingan melawan China. PSSI kini berjanji akan lebih berhati-hati dalam pengaturan jadwal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer