PORTALMEDIA.ID. JAKARTA - Nama Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani kini hadir di tengah-tengah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Hal ini menyusul manuver Puan dengan melakukan safari politik ke berbagai petinggi partai demi terbentuknya koalisi partai sebagai strategi pemenangan pemilu 2024 mendatang.
Yang terbaru, Ketua DPR itu bahkan menjadi salah satu nama yang diusulkan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) PAN sebagai bakal calon presiden (bacapres).
Baca Juga : Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP yang Hasilkan 21 Rekomendasi
Puan juga disebut-sebut akan segera bertemu dengan bagian dari KIB lainnya, yakni Partai Golkar. Rencananya, putri Megawati Soekarnoputri itu akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada 3 September mendatang.
Ditanya, apakah pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rakernas PAN yang mengusulkan nama Puan sebagai bacapres?
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menjawab tidak. Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahim partai politik.
Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat
"Jadi silaturahim dengan Bu Puan oke gitu, karena memang silaturahim kebangsaan melibatkan sesama elite politik yang pasti bicara tentang berbagai isu politik dan kebangsaan," ujar Doli di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Republika, Selasa (30/8/2022).
Ditanya kembali, apakah munculnya nama Puan akan mengganggu KIB dalam menentukan capres dan cawapres? Doli menjawab bahwa pihaknya hingga saat ini belumlah membicarakan hal tersebut. Namun ia menegaskan, KIB akan tetap solid hingga Pemilu 2024.
"InsyaAllah solid," singkat Doli.
Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuryanto telah menanggapi PAN yang mengusulkan Puan Maharani sebagai bacapres. Ia mengatakan, itu merupakan kewenangan dari partai berlambang matahari itu.
"Kalau kerja sama antarpartai itu yang menentukan Ibu Ketua Umum, itu sudah keputusan kongres gitu loh yang diperkuat dalam rakernas," ujar Bambang di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/8/2022) kemarin.
Soal peluang berkoalisi dengan PAN, ia tak bisa mengungkapkan peluang tersebut. Pasalnya sekali lagi ia tegaskan, hal-hal yang berkaitan dengan Pilpres 2024 merupakan kewenangan penuh dari Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang
"Capres, cawapres ditentukan oleh Ibu Ketua Umum, Bu ini kemudian kerja sama dengan partai ini, ini," ujar Ketua Komisi III DPR itu.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto mengatakan, sembilan nama bacapres tersebut merupakan usulan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN seluruh Indonesia. Nama Puan disebutnya sebagai sosok potensial untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
"Mbak Puan memang salah satu tokoh yang potensial untuk diusung capres 2024," ujar Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto usai pelaksanaan Rakernas, Sabtu (27/8/2022).
Baca Juga : Rayakan HUT ke-53, PDIP Luncurkan Maskot Baru Banteng Barata
Ia tak membantah atau mengkonfirmasi nama Puan muncul berkaitan dengan safari politik putri dari Megawati Soekarnoputri. Juga pertemuan beberapa waktu lalu antara Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dengan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno.
"PAN tidak punya hambatan apapun untuk berkomunikasi. Termasuk dengan mbak Puan," ujar Yandri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News