PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief mendengar adamya isu upaya menjegal pencalonan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia merespons hal ini. Ia lantas mempertanyakan siapa pihak yang menjegal Anies. Ia yakin tidak ada pihak yang berniat untuk itu.
"Jadi tidak ada lah ya yang berniat. Siapa yang mampu jegal?" kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Portalmedia dari liputan6, Rabu (31/8/2022)
Baca Juga : SBY Desak Peran Aktif PBB Cegah Ancaman Perang Dunia Baru
Doli menuturkan, pencalonan pilpres saja belum resmi. Semua partai pun termasuk Demokrat tengah membangun komunikasi dengan partai politik lain.
"Makanya. Sekarang di mana penjegalannya? Pencalonan Pilpres dilakukan definitif nya nanti resmi di KPU. Nah sejauh ini memungkinkan siapa saja mencalon dan dicalonkan jadi saya lihat termasuk Demokrat juga bangun komunikasi dengan parpol lain," ujar Doli.
Ketua Komisi II DPR RI ini bilang, masing-masing partai politik memiliki independensi untuk membangun koalisi dan menentukan calon presiden dan calon wakil presiden.
Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan
"Ini masing-masing parpol punya independensi sendiri dan masyarakat punya pilihan sndr dan parpol juga punya kesempatan bangun koalisi dengan yang lain semua masih sangat terbuka," kata Doli.
Awal Isu Muncul
Adapun isu penjegalan Anies muncul dari politikus Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan dalam sebuah cuitan di akin twitter pribadinya @Andiarief_ bahwa ada pihak yang berusaha menjegal Anies sebagai calon presiden (capres) 2024. Namun, Andi tidak membocorkan pihak yang bermanuver tersebut.
"Saya mendengar demikian (upaya menjegal Anies jadi Capres)," kata Andi saat dikonfirmasi soal cuitannya tersebut, Minggu 28 Agustus 2022.
Baca Juga : Demokrat Satu Barisan dengan Prabowo soal Usulan Pilkada oleh DPRD
Andi lantas menyinggung ucapan Jokowi yang meragukan tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi sudah didukung oleh parpol. Dia menegaskan, Presiden bukan pihak yang menentukan seseorang bisa dicalonkan menjadi Capres. Keputusan soal Capres ada di partai politik.
"Siapa yang paling berhak bicara calon dengan elektabilitas tinggi belum tentu dicalonkan? Bukan Presiden, tapi pengambil keputusan di Partai," tutup Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News