PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Soppeng sejak beberapa waktu lalu mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor, Sabtu (21/12).
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng, satu rumah dilaporkan hanyut, sementara sepuluh rumah lainnya terdampak longsor. Tragisnya satu orang dinyatakan hilang dan belum ditemukan karena tertimbun longsor.
Kepala BPBD Soppeng, Shahrani menjelaskan bahwa hujan yang berkepanjangan, menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap, sehingga menimbulkan banjir di beberapa kecamatan.
"Kabupaten soppeng merupakan wilayah daerah rawan bencana karena beberapa daerah aliran sungai (DAS) melewati sejumlah sungai di sini," ungkapnya.
Banjir dan longsor terjadi di 17 desa/kelurahan dari tujuh kecamatan di Soppeng, yaitu Kecamatan Lalabata, Donri-donri, Ganra, Liliriaja, Marioriwawo, Lilirilau, dan Kecamatan Marioriawa.
Shahrani menambahkan bahwa penanganan darurat telah dilakukan secara terkoordinasi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan berbagai pihak terkait.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD Kabupaten Soppeng, bersama instansi terkait, TNI, Polri, pihak swasta, relawan, dan masyarakat, sedang mengumpulkan informasi mengenai wilayah yang terdampak banjir," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
