PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sejak diumumkannya kenaikan BBM pada Sabtu (2/9/2022) lalu, aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus berlanjut di Makassar.
Senin (5/9/2022) pagi, sejumlah mahasiswa dari aliansi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mulai melakukan aksi di depan kantor DPRD Kota Makassar, Jalan A P Pettarani, Sulawesi Selatan (Sulsel). Senin (
Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa ini dimulai sejak pukul 8:30 Wita pagi tadi. Mereka memblokade jalan menggunakan sebuah mobil truk yang dijadikan panggung orasi.
Mereka juga membawa baliho panjang bertuliskan 'BBM NAIK SEMUA IKUT NAIK'. Sejumlah mahasiswa ini juga melakukan aksi bakar ban sebagai wujud protes.
Akibat dari aksi ini, arus lalu di pertigaan Jalan Hertasning-Jalan A P Pettarani menjadi macet parah.
"Kenaikan harga BBM tersebut pastinya akan berdampak besar, seperti naiknya angka kemiskinan, menurunnya daya beli masyarakat, serta akan diikuti dengan kenaikan bahan pokok nantinya," jelas salah satu orator aksi dengan pengeras suara.
Copot Ahok hingga Presiden
Dalam aksi ini mahasiswa aliansi GAM menuntut sejumlah hal mulai dari menolak keras kenaikan harga BBM, copot Ahok dari Dirut Pertamina, copot Erick Tohir dari jabatan menteri BUMN, dan copot presiden Jokowi-Ma'ruf.
Hingga berita ini diterbitkan mahasiswa masih melakukan aksi demonstrasi di wilayah tersebut. Polisi juga sudah berada di lokasi guna melakukan pengamanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News