PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Ketua Partai Buruh Sulsel, Ahmad Rianto menilai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM memiliki tujuan terselubung guna memuluskan program kendaraan listrik.
Menurut analisa Rianto harga BBM dinaikan tidak terlapas dari upaya memuluskan kendaran listrik yang akan masuk dan dikembangkan di Indonesia.
"BBM ini dijadikan korban untuk memuluskan hal tersebut sangat miris disaat harga BBM naik 30 persen,"katanya di rumah perjuangan Jalan Komplek Skarda N Lorong 1 No. ,Kecamatan Rappocini, Makassar, senin(5/9/2022).
Baca Juga : Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Partai Buruh Siap Bangun Koalisi Non-Parlemen
Disisi lain upah buruh di Sulsel hanya naik 1 persen, kondisi ini akan berefek pada kondisi ekonomi masyarakat yang kian sulit dan akan munculnya masyarakat miskin baru.
"Jadi jelas kenaikan harga BBM yang dinaikan oleh pemerintah berwatak kolonial menjajah rakyatnya sendiri demi keuntungan oknum atau segelintir kelompok dan mengorbankan rakyatnya," pungkasnya.
Rianto menguraikan ketidak setujuannya akan kenaikan harga BBM yang akan menambah beban bagi masyarakat khususnya kaum buruh atau pekerja.
Baca Juga : Konsumsi Listrik Kendaraan Listrik Melonjak 479% Selama Nataru
"Efek domino dari kenaikan harga BBM ini sangat luas mulai dari naiknya harga sembako dan naiknya harga transportasi, baginya sangat bodoh kalau pemerintah mengalosikan subsidi yang di bagi kemasyarakat 150rb/bulan," ungkapnya.
Besok tanggal 6 September kata dia akan digelar demonstrasi secara serentak seluruh Indonesia, khusus untuk di Makassar akan di gelar mulai dari pintu 2 kima menuju kantor gubernur Sulsel menuntut diturunkan harga BBM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News