PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) turut memberikan andil besar pada naiknya tarif Angkutan Kota di Sulawesi Selatan.
Menurut Ketua Asosiasi Angkatan Darat (Siganda) Sulsel Felixander Baan, pihaknya sudah mulai mengambil ancang - ancang penyesuaian ongkos Angkutan Kota (Angkot) setelah BBM bersubsidi dinaikkan harganya menjadi Rp10.000 per liter.
Kata dia, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk menghitung besaran harga yang akan menjadi acuan masyarakat saat menggunakan angkot.
Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total
"Itu kemarin kan kita hitung dengan Kementrian Perhubungan melalui sharing tarif analisis kemampuan dan kemauan membayar (ATP - WTP). Kita naikkan diharga Rp8000 - Rp8.400," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/9).
Hitungannya sendiri kata Felix, dilihat dari jarak lokasi jemput sampai ke tempat tujuan misalkan 30 - 40 kilo meter per rute.
"Kalau jangkauannya demikian, mungkin akan cukup di harga Rp8000. Yang disayangkan kalau rutenya lebih dari itu, misalnya untuk jalur yang lintasannya lebih dari 50 km. Pasti akan dinaikkan harganya menjadi Rp9000," jelasnya.
Baca Juga : Insiden di SPBU Bone Jadi Pelajaran, Pertamina Janji Tingkatkan Komunikasi Lintas Budaya Operator
Tapi kata Felix, jika ongkosnya dinaikkan sampai Rp9000, pasti penumpang akan menggunakan moda trasportasi online.
"Makanya, sampai sekarang kami belum melakukan penetapan harga secara menyeluruh. Jadi komunikasinya masih seputar sopir dan penumpang. Karena kasian juga penumpang kalau bayar banyak dan lebih kasian sopir karena tidak bisa meraup keuntungan dengan penyesuaian harga ini," terangnya.
Apalagi katanya, dalam sehari biasanya supir angkot hanya mendapatkan 5 rate dengan daya tempuh kurang lebih 200 km dengan pemakaian bahan bakar 20-25 liter per hari.
Baca Juga : Konsumsi BBM Berkurang Selama Mudik Lebaran 2025
"Jika harganya BBM bensin Rp10.000 maka kenaikan bahan bakan angkot bisa mencapai Rp200-500 ribu per hari," pungkasnya.
Untuk itu, pihaknya masih mempelajari kenaikan harga BBM ini untuk kemudian menetapkan harga yang tidak tumpang tindih antara penumpang dan supir angkot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News