JAKARTA, portalmedia.id – Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) kini didorong untuk mengambil peran lebih strategis sebagai motor penggerak inovasi dalam ekosistem UMKM nasional. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis antara ABDSI dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia di Jakarta, Senin (27/4/2027).
Dalam audiensi tersebut, perwakilan Kementerian UMKM, Irwansyah Putra Panjaitan, menerima langsung rombongan pengurus ABDSI yang dipimpin oleh Bahrul Ulum Ilham. Irwansyah menegaskan bahwa organisasi pendamping UMKM harus mampu melampaui program jangka pendek dan mulai memetakan masa depan kewirausahaan Indonesia hingga 30–40 tahun ke depan.
Menjadi Think Tank dan Motor Inovasi
Irwansyah menekankan bahwa ABDSI perlu bertransformasi menjadi think tank yang adaptif terhadap dinamika global dan geopolitik yang berpengaruh pada daya saing UMKM.
"ABDSI perlu hadir sebagai think tank sekaligus motor penggerak inovasi. Tantangan ke depan bukan hanya soal pendampingan, tetapi bagaimana menciptakan solusi atas isu-isu aktual, seperti inovasi pengganti plastik kemasan yang ramah lingkungan," tegas Irwansyah.
Lebih jauh, ia mendorong ABDSI untuk memperluas wawasan melalui studi banding ke negara dengan ekosistem UMKM maju, seperti Tiongkok, guna mengadopsi praktik terbaik berbasis teknologi.
Transformasi Digital dan Kolaborasi Akademik
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian UMKM juga membuka pintu kolaborasi luas antara ABDSI dengan dunia pendidikan, salah satunya melalui Fakultas Kewirausahaan Universitas Terbuka yang kini menaungi sekitar 5.000 mahasiswa. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda yang kompetitif.
Selain itu, model inkubasi bisnis ke depan juga diarahkan agar tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Digitalisasi menjadi kunci agar proses pembinaan bisa dilakukan secara virtual, sehingga jangkauannya jauh lebih luas dan inklusif.
Rebranding untuk Bersaing di Level Asia Pasifik
Sebagai organisasi profesi, ABDSI didorong melakukan transformasi kelembagaan secara menyeluruh. Proses rebrandingdan reborn menjadi kata kunci agar ABDSI tetap relevan dengan perubahan pasar yang sangat cepat.
"Penataan ulang organisasi diperlukan untuk mendorong positioning ABDSI agar mampu bersaing dan berperan aktif di tingkat Asia Pasifik," tambah Irwansyah.
Sinergi antara pemerintah dan organisasi pendamping seperti ABDSI diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan rasio kewirausahaan nasional, sekaligus memperkokoh posisi UMKM Indonesia di kancah global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News