PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, terus menunjukkan keseriusannya dalam membawa perubahan di Kabupaten Takalar. Baru menjabat kurang dari dua bulan, berbagai terobosan telah ia jalankan di berbagai sektor strategis.
Dalam perbincangan eksklusif bersama Portalmedia.id, Daeng Manye menegaskan pentingnya peran pemimpin untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan merasakan langsung dinamika serta persoalan di lapangan.
"Selama lebih dari 54 hari menjabat, kami telah memulai sejumlah program yang diharapkan berdampak positif bagi masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga : Adu Ramalan Piala Dunia 2026: EA Sports Unggulkan Portugal, Superkomputer Jagokan Spanyol
Salah satu sektor yang menjadi fokus adalah pertanian. Ia memperkenalkan transformasi pertanian berbasis teknologi kepada para petani. Salah satu upaya konkret adalah demonstrasi penggunaan drone spraying, yang dilakukan hanya seminggu setelah ia resmi menjabat.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam modernisasi pertanian. Petani harus melek teknologi agar hasil produksi meningkat,” jelasnya.
Takalar pun menjadi salah satu kabupaten yang masuk dalam agenda Panen Raya di Sulawesi Selatan. Dalam acara Temu Tani Akbar, ia berhasil mengumpulkan sekitar 1.500 petani dari seluruh wilayah Takalar, menandakan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pelaku pertanian.
Baca Juga : Dukungan Achmad Se’re di DPR RI Wujudkan Bantuan Pendidikan untuk Pelajar Takalar
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kabupaten Takalar mencatat pencapaian signifikan dengan membentuk 100 persen Koperasi Desa Merah Putih dalam waktu kurang dari 10 hari.
Atas pencapaian ini, Takalar menerima penghargaan sebagai satu-satunya kabupaten di Sulsel dengan pembentukan koperasi desa yang menyeluruh.
"Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi tentang membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa," ucapnya.
Baca Juga : Sukses Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Bupati Takalar Raih Penghargaan Menteri Koperasi
Tak ketinggalan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Daeng Manye secara aktif mengunjungi sekolah dan mendorong digitalisasi sistem pendidikan di Takalar. Sebanyak sembilan sekolah—terdiri dari tiga PAUD, tiga SD, dan tiga SMP—menjadi pilot project penerapan sistem *School.id*, yang mengintegrasikan administrasi, absensi, tugas, hingga komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa.
“Inilah cara kami menyiapkan generasi Takalar untuk menghadapi era digital,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News