PORTALMEDIA.ID — Di tengah usangnya bangunan sekolah yang tak lagi difungsikan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan melihat peluang. Daripada dibiarkan lapuk, bangunan-bangunan bekas SD Inpres di desa-desa disulap menjadi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih — pusat baru penggerak ekonomi rakyat.
Salah satu bangunan yang menjadi sorotan berada di Desa Sraten, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Zulhas, sapaan akrabnya, meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Selasa (6/5/2025), ditemani sejumlah pejabat kementerian dan daerah.
“Ini sekolah dulunya dibangun era Pak Harto, banyak sekali SD Inpres berdiri di desa. Tapi sekarang banyak yang tidak terpakai. Daripada terbengkalai, lebih baik dimanfaatkan jadi koperasi desa,” kata Zulhas di lokasi.
Baca Juga : Blak-blakan di Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Koruptor
Menurutnya, bangunan tersebut sangat potensial untuk dihidupkan kembali sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan sedikit renovasi dan proposal yang matang, fasilitas itu bisa menjadi gudang pupuk, tempat penyimpanan hasil pertanian, hingga pos logistik alat dan mesin pertanian (alsintan).
Zulhas menggambarkan pemanfaatan itu sebagai langkah nyata untuk membangkitkan semangat kemandirian desa. “Kopdes ini bukan hanya tempat simpan pinjam, tapi bisa jadi pusat distribusi hasil tani. Kalau diajukan dengan benar, nanti bank bisa bantu lihat dan biayai,” jelas Ketua Umum PAN itu.
Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dan inisiatif dari tiap-tiap desa dalam menyusun rencana pemanfaatan aset mangkrak. Kopdes Merah Putih, imbuhnya, tidak harus dibangun dari nol. Banyak potensi yang bisa diolah dari aset desa yang selama ini tak termanfaatkan.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi
Dalam kunjungan kerja itu, Zulhas turut didampingi oleh Menteri Desa PDTT Yandri Susanto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, serta sejumlah pejabat daerah.
Melalui pendekatan ini, pemerintah pusat berharap pembangunan ekonomi berbasis desa bisa semakin konkret, dengan memanfaatkan infrastruktur lama yang diberi ruh baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
