0%
Rabu, 14 Mei 2025 17:22

AS dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar, Picu Sorotan Global

Editor : Alif
AS dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar, Picu Sorotan Global
ist

Perjanjian ini membuka akses luas bagi Arab Saudi ke sejumlah perusahaan pertahanan raksasa AS, termasuk sektor pertahanan udara, rudal, teknologi ruang angkasa, serta keamanan maritim.

PORTALMEDIA.ID - Amerika Serikat dan Arab Saudi resmi menandatangani perjanjian pertahanan bernilai fantastis senilai US\$142 miliar (sekitar Rp2.353 triliun), menjadikannya kesepakatan jual beli senjata terbesar dalam sejarah kedua negara.

Kesepakatan ini diumumkan Gedung Putih pada Selasa (13/5/2025) dan dipandang sebagai langkah strategis mempererat aliansi pertahanan di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.

“Kesepakatan kerja sama pertahanan yang ditandatangani hari ini, merupakan bukti nyata komitmen kami untuk memperkuat kemitraan strategis,” ujar pernyataan resmi Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Baca Juga : 20 Tahun Koma, Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia

Perjanjian ini membuka akses luas bagi Arab Saudi ke sejumlah perusahaan pertahanan raksasa AS, termasuk sektor pertahanan udara, rudal, teknologi ruang angkasa, serta keamanan maritim.

Salah satu perusahaan yang dilaporkan terlibat adalah Lockheed Martin, yang diperkirakan akan menyediakan pesawat angkut militer, rudal, hingga armada C-130.

Langkah ini mempertegas posisi Saudi sebagai salah satu klien utama industri persenjataan Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 2017, Presiden Donald Trump mengusulkan penjualan senjata senilai US\$110 miliar ke Riyadh. Namun realisasinya terhambat, antara lain oleh kontroversi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan tekanan dari Kongres AS.

Baca Juga : Amerika Serikat Resmi Serang Iran, Bombardir Tiga Situs Nuklir

Meski begitu, Gedung Putih belum mengonfirmasi apakah paket kerja sama kali ini mencakup penjualan jet tempur siluman F-35 yang sangat diidam-idamkan Riyadh. Saat ini, hanya Israel yang diizinkan mengoperasikan F-35 di kawasan tersebut.

Menurut sejumlah sumber yang mengikuti pembicaraan bilateral, isu F-35 memang dibahas dalam rangkaian negosiasi. Namun keputusan akhir belum diambil, mengingat sensitivitas isu pertahanan di kawasan Timur Tengah dan kekhawatiran akan ketegangan baru jika jet tempur canggih itu jatuh ke tangan negara lain di luar Israel.

Di sisi lain, pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Joe Biden sempat mendorong kerja sama pertahanan AS-Saudi sebagai bagian dari paket diplomatik untuk normalisasi hubungan Saudi dengan Israel. Namun, upaya itu kandas di tengah meningkatnya kritik terhadap operasi militer Saudi di Yaman.

Baca Juga : Jika Amerika Serikat Ikut Campur Perang Israel vs Iran, Trump Bisa Tamat

Kesepakatan terbaru ini pun menimbulkan reaksi dari sejumlah kalangan, baik di AS maupun dunia internasional, yang menyoroti potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer