PORTALMEDIA.ID,JAKARTA- Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (Kamaksi), Joko Priyoski melaporkan Ketua DPR Puan Maharani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Pelaporan tersebut buntut perayaan ulang tahun Puan di Rapat Paripurna bersamaan dengan unjuk rasa kenaikan harga BBM oleh buruh pada Selasa (6/9) lalu.
Puan dilaporkan oleh seorang yang mengaku sebagai aktivis '98. Laporan itu dilayangkan Joko ke MKD pada Senin (12/9) siang.
Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total
"Hari ini kami melaporkan Puan Maharani ke MKD, atas viralnya video perayaan ulang tahun di tanggal 6 [September] yang lalu di saat masa buruh berunjuk rasa," kata Joko di kompleks parlemen dikutip di CNN Indonesia.
Joko mengkritik tindakan Puan yang alih-alih menemui massa demo, namun malah merayakan ulang tahun di Rapat Paripurna DPR. Dia juga menyesalkan sikap Puan yang belum bersuara soal kenaikan harga BBM.
Joko berharap laporannya menjadi otokritik bagi Puan Maharani. Ia juga ingin DPR menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat, alih-alih menjadi tempat seremoni dan euforia.
Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah
"Apalagi beliau kita tahu mau menjadi capres. Harusnya beliau memiliki kepekaan yg tinggi terhadap beban masyarakat hari ini," kata Joko.
Dia mendesak Puan Maharani menyampaikan permintaan maaf atas aksinya tersebut. Joko menyindir Puan agar tak hanya menyampaikan janji-janji manis dan jargon sebagai Ketua DPR.
"Jangan juga beliau hanya sekadar lip service atau jargon semata ketika beliau bilang meresapi ikut merasakan. Tapi harus diaktualisasikan dalam sikap beliau sebagai Ketua DPR," kata Joko.
Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian
Perayaan ulang tahun Puan di rapat Paripurna DPR sebelum menuai kritik dan olok-olok dari masyarakat. Publik terutama mengkritik karena perusahaan itu bersamaan dengan aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa menolak kenaikan BBM.
Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) bahkan menyebut para anggota dan jajaran pimpinan DPR itu seperti sedang mengolok-olok masyarakat. Menurutnya, tingkah laku para anggota dewan itu sangat memalukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News