PORTALMEDIA.ID – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan rencana pemerintah membentuk Lembaga Produktivitas Nasional sebagai bagian dari upaya strategis untuk mendorong produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Rencananya, lembaga ini akan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Yassierli menyampaikan hal itu dalam Kajian Tengah Tahun (KTT) INDEF 2025 yang digelar secara daring, Rabu (2/7/2025). Ia mengatakan lembaga tersebut merupakan mandat dari Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024, dan dirinya dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengarah.
“Sampai saat ini lembaganya belum kami luncurkan karena masih dalam tahap penyusunan komposisi terbaik. Tapi mandatnya sudah jelas: mendorong produktivitas sektor industri dan pemerintahan,” ujar Yassierli.
Baca Juga : Blak-blakan di Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Koruptor
Ia menambahkan bahwa lembaga ini akan membangun ekosistem produktivitas yang melibatkan berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, dan organisasi kemasyarakatan. Beberapa ormas dan komunitas seperti Kadin, Apindo, serikat pekerja, komunitas startup, hingga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan dilibatkan secara aktif.
“Beberapa komunitas sudah datang menyatakan siap mendukung. Mereka bilang, ‘Kami ini Merah Putih, ingin beri dampak bagi bangsa,’” ujarnya.
Yassierli memaparkan empat tahapan pembentukan Lembaga Produktivitas Nasional:
Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi
1. Sosialisasi dan Edukasi
Melalui podcast, buku saku, hingga kalkulator produktivitas. Targetnya ratusan podcast kolaboratif bersama komunitas.
2. Pembangunan Ekosistem
Termasuk sertifikasi 2.000 productivity specialists dan pembentukan lima productivity center di berbagai wilayah Indonesia.
3. Asesmen dan Intervensi
Melibatkan pengukuran produktivitas serta implementasi program peningkatan kinerja.
Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru
4. Monitoring dan Evaluasi
Proses pemantauan dan penghargaan berkala, termasuk peluncuran Productivity Award.
Yassierli menegaskan, pensiunan atau pekerja yang telah purnatugas juga akan diberdayakan untuk terlibat aktif dalam lembaga ini.
“Potensi mereka besar. Daripada hanya menghabiskan waktu bersama cucu, lebih baik ikut memberi solusi bagi bangsa,” ucapnya.
Baca Juga : Prabowo Terbang ke London untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris
Ia menutup dengan menyebut bahwa Indonesia juga akan mendapat dukungan dari Asian Productivity Organization dalam pelaksanaan lembaga tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News