0%
Selasa, 13 September 2022 09:15

Pelajar Hilang Sejak Awal September, Ditemukan Meninggal dengan Kaki Terpotong

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Ilustrasi. Foto: istock
Ilustrasi. Foto: istock

Seorang pelajar yang dilaporkan hilang oleh keluarganya sejaka awal September lalu, akhirnya ditemukan. Namun miris, remaja berinisial M ini ditemukan dengan kondisi mengenaskan, dengan kondisi telah meninggal dan kaki terpotong

PORTALMEDIA.ID, BANTAENG - Seorang pelajar berumur 17 tahun berinisial M, menjadi korban pembunuhan keji. Korban dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak awal September lalu atau 1 September 2022. 

Korban baru ditemukan oleh warga sekitar pada Minggu (11/9/2022) sekira pukul 13.00 Wita siang, di belantaran Sungai Biangloe, Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), .

Saat ditemukan jasad wanita malang itu ditemukan terjepit disela-sela bebatuan sungai. Paling parahnya salah satu bagian tubuh dari jasad itu sudah terpisah.

Baca Juga : Banjir Dua Hari Rendam Bantaeng, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat

"Kakinya memang ada yang pisah satu. korban berinisial M, dan masiih duduk di bangku SMA," jelas Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara kepada wartawan, Senin (12/9/2022) malam.

Polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian perkara (TKP). Sementara jenazah korban dibawa ke RS Anwar Makkatutu, Bantaeng dan dilakukan autopsi.

Dibunuh Kekasih Sendiri

Berdasarkan hasil pendalaman pihak kepolisian, M ternyata ternyata tewas dengan cara tidak wajar. Polisi pun mengamankan pria berinisial H (17) yang merupakan kekasih M.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Hadiri Welcome Dinner Atlet Petanque Porprov Sulsel XVII 2025

"Iya pelakunya kekasihnya. Pelaku memang melakukan itu (pembunuhan)," ungkap Kumara.

Kumara mengatakan bahwa pelaku diamankan di kediamannya oleh pihak kepolisian didampingi keluarga pelaku.

"Pelaku diamankan aparat desa dan keluarganya juga didampingi oleh kapolsek kemudian kita lakukan pengamanan," sebutnya.

Baca Juga : Desa Bonto Jai Jadi Pilot Project Desa Sadar Hukum di Bantaeng

Dari hasil pendalaman, pembunuhan keji itu terjadi pada hari Kamis (1/9/2022) yang juga, bertepatan dengan korban dinyatakan hilang oleh keluarganya.

Motif Cemburu

Hasil introgasi polisi terhadap pelaku menyatakan bahwa motif pembunuhan keji itu didasari rasa cemburu, lantaran M diduga memiliki kekasih lain selain H.

"Tidak ada (motif lain) hanya cemburu saja. Cemburu karena pacarnya (korban) punya pacar lagi," kata Kumara.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Tekankan Pentingnya Koperasi Kuat untuk Wujudkan Indonesia Emas

Menurut polisi, korban saat itu disebut sengaja dibawa oleh pelaku ke tempat kejadian perkara untuk berwisata. Hanya saja pada saat di lokasi, korban dan pelaku disebut terlibat cekcok hingga berujung pembunuhan.

"Sementara jalan- jalan di sana (TKP) mungkin bertengkar atau apa, pelaku marah. Dia cekik korban. Merasa sudah meninggal dipastikan lagi, dengan cara di pukul dengan batu di kepalanya ini berdasarkan pengakuan awal masih kita kembangkan itu dari kaki yang terpotong," ungkapnya.

Tak sampai disitu, pelaku yang sudah terlanjur sakit hati lantas tega memutilasi jasad M dengan menggunakan batu.

Baca Juga : Aplikasi Obor KONI Bantaeng Dipuji Pemkab, Fasilitasi Babak Kualifikasi Petanque Porda 2025

"Dari pengakuan pelaku menyatakan bahwa yang bersangkutan geram dan memotong kaki (korban) tersebut menggunakan batu pipih dan dipisahkan dari badan," bebernya

Masih menurut polisi, pelaku dan korban ini baru saja menjalin hubungan asmara yang masih seumur jagung atau sekitar 2 bulan. 

"Pelaku masih pelajar, beda sekolah, janjian menggunakan WA (WhatsApp), janjian pulang sekolah kemudian boncengan bersama ke lokasi." tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar