0%
Selasa, 13 September 2022 13:43

Hipotermia Selalu Mengintai Pendaki, Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Terserang

Editor : Azis Kuba
ilustrasi
ilustrasi

Jangan abaikan gerimis, sebab akan memicu dingin yang perlahan melemahkan tubuh.

PORTALMEDIA.ID -- Hipotermia adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh lebih cepat kehilangan panas dibandingkan panas yang dihasilkan dalam tubuhnya. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh menjadi sangat rendah. Suhu tubuh normal adalah 37 derajat Celcius, sementara ketika kamu mengalami hipotermia, suhu tubuh akan berada di bawah 35 derajat celcius.

Ketika mengalami hipotermia, hal ini bisa memengaruhi fungsi dari jantung, sistem saraf, dan organ lainnya sehingga mereka tidak berfungsi dengan baik. Jika tidak segera diatasi, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan fungsi jantung total dan sistem pernapasan.

Saat tubuh mengalami hipotermia, yang akan akan terjadi adalah tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan tubuh memproduksi panas.

Baca Juga : Mahasiswa Teknik Unhas Tewas saat Ikut Diksar Mapala, Komdis Bakal Turun Investigasi

Biasanya, kondisi ini disebabkan akibat paparan cuaca atau air dingin yang terlalu lama tanpa pakaian yang lengkap untuk menahan kondisi dingin.

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terserang Hipotermia

Hipotermia adalah perubahan suhu udara tubuh seseorang atau mekanisme pengaturan suhu tubuh yang tidak stabil ketika udara dingin menyerang. Jangan pernah menganggap sepele hal ini. Tidak sedikit pendaki yang mengidap penyakit gunung seperti ini, bahkan tidak sedikit pendaki yang meregang nyawa akibat tak kuasa menghindarinya.

Pendaki yang terserang hipotermia akan melalui tiga tahap, hipotermia ringan, menengah, dan berat. Seperti apa gejalanya? Hipotermia ringan, suhu tubuh berada di angka 35-33 derajat Celcius, memberikan efek gigil, rasa pusing, mual, lapar, lelah, dan napas yang terengah cepat. Secara fisik, kulitmu akan mengalami perubahan suhu dan tampak pucat. Gejala hipotermia ringan.

Baca Juga : Dievakuasi Karena Hiportemia Akut di Gunung Bawakaraeng, Pendaki Ini Akhirnya Meninggal

Untuk gejala hipotermia menengah, tubuhmu akan semakin lemas, tampak seperti orang kebingungan, seperti orang sakau, dan hanya bisa menggumam atau berbicara nggak jelas. Tentu juga pernapasan yang mulai melemah dan kesulitan untuk bergerak pada suhu tubuh yang mencapai 33-29 derajat Celcius.

Setelah itu, pengidap akan memasuki fase yang semua orang tidak mengharapkannya; suhu tubuh berada di angka paling rendah 29-27 derajat Celcius. Kalau tidak segera mendapat pertolongan, penderita akan mengalami gejala seperti pupil mata kian melebar, kehilangan kesadaran alias pingsan. Karena itu jangan biarkan suhu tubuh menurun hingga 26 derajat Celcius atau lebih rendah lagi. Akibatnya, seseorang bisa saja kehilangan nyawanya jika tidak segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Untuk mempertahankan suhu tubuh, keseimbangan suhu panas harus diperoleh. Ketika ketidakseimbangan ini terjadi, suhu panas dapat hilang atau tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Nah, apa yang menyebabkan hilangnya suhu panas ini? Suhu panas sendiri bisa hilang dari kontak langsung tubuh dengan zat padat atau cair yang lebih dingin dari tubuh seseorang, seperti sedang berada di tempat yang lebih tinggi, di dalam air, atau bahkan ketika berada di tempat yang penuh dengan salju.

Hipotermia bisa menjadi lebih parah ketika berada di beberapa kondisi, seperti:

  • Berada terlalu lama di tempat dingin.
  • Jatuh ke kolam air dingin dalam waktu lama.
  • Mengenakan pakaian yang basah untuk waktu yang cukup lama.
  • Suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah, terutama pada bayi dan lansia.
  • Mengenakan pakaian yang terlalu tipis saat cuaca sedang dingin.

Dalam kasus pendakian, gerimis walau rintik saja jangan dipandang sebelah mata, sebagaimana dibahas penyebab pertama diserangnya hipotermia seseorang adalah kedinginan, Gerimis kecil berpotensi menyerang kondisi tubuhmu hingga melemah karena dingin.

Selain itu pengaruh mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kedua kebiasaan tersebut bisa menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga tubuh akan melepaskan panas yang tinggi dari permukaan kulit. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan.

Penyakit tertentu yang memengaruhi pengendali suhu tubuh, seperti anoreksia nervosa, stroke, dan hipotiroidisme.

Penyakit yang memengaruhi memori, misalnya penyakit Alzheimer, karena tidak sadar sedang kedinginan atau tidak paham apa yang harus dilakukan.

Usia bayi dan manula, akibat kemampuan mengendalikan temperatur tubuh yang belum sempurna pada bayi dan menurun pada manula.

Gejala atau tanda-tanda orang mengalami Hipotermia, antara lain:

  • Berbicara cadel, bergumam, dan gagap.
  • Bibir berwarna kebiruan.
  • Denyut jantung lemah dan tidak teratur.
  • Kulit bayi dapat berwarna merah terang, dingin, dan tampak sangat tidak bertenaga.
  • Mengantuk atau lemas.
  • Menggigil terus-menerus.
  • Merasa kedinginan.
  • Napas pelan dan pendek.
  • Penurunan kesadaran, seperti kebingungan.
  • Pupil mata yang melebar.
  • Tidak dapat menghangatkan diri.
  • Tubuh menjadi kaku dan sulit bergerak.

 

Bagaimanakah pengobatan Hipotermia? tentunya harus dengan batuan orang lain atau teman dalam pendakian. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan sebelum tim medis atau tim bantuan datang untuk mengevakuasi korban, antara lain:

  • Segera lepas dan ganti baju yang basah dengan yang kering.
  • Gunakan beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh.
  • Berikan minuman hangat yang tidak mengandung kafein.
  • Berikan kompres hangat di beberapa bagian tubuh.
  • Hindari paparan angin dan udara.
  • Pindahkan ke area yang dekat dengan sumber panas dan dapat berbagi panas tubuh.
  • Hindari penggunaan panas secara langsung, seperti air panas atau alas penghangat.
  • Perhatikan kondisi kesehatan pengidap hipotermia, seperti kondisi pernapasan hingga kesadarannya. 

Setelah pertolongan medis tiba:

  • Menghangatkan saluran pernapasan pengidap dengan memberikan oksigen yang sudah dihangatkan melalui masker dan selang.
  • Memberikan infus berisi larutan salin yang sudah dihangatkan.
  • Mengalirkan larutan yang hangat untuk melewati dan menghangatkan beberapa organ tubuh, misalnya sekitar paru-paru atau rongga perut.
  • Mengeluarkan dan menghangatkan darah pengidap, lalu kembali mengalirkannya ke dalam tubuhnya, dengan menggunakan mesin pintas jantung dan paru (CPB) atau mesin hemodialisis.

Pencegahan hipotermia

Beberapa cara penyakit mematikan ini dapat dicegah dengan cara, antara lain:

  • Berpakaian yang tepat saat musim dingin.
  • Ganti baju basah dengan baju kering sesegera mungkin.
  • Keluar dari air dingin secepatnya.
  • Konsumsi kalori dan cairan yang cukup.
  • Aktif bergerak saat kamu merasa dingin saat berkegiatan atau ketika berada di dalam rumah.
  • Melakukan pengawasan suhu ruangan dan tubuh secara berkala pada lansia dan anak kecil.

Komplikasi
Beberapa komplikasi hipotermia, antara lain radang beku atau frostbite, jaringan tubuh membusuk akibat terhambatnya aliran darah, bahkan kematian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar