PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Anggota DPDR Provinsi Sulsel Haji Hengky Yasin (HHY) kembali melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Pinrang, Jumat (16/9).
Kali ini, kunjungan dilakukan dalam rangka pembuatan Perda yang menganalisis alih fungsi hutan menjadi hutan mangrove.
HHY bersama Usman Lonta akan melakukan peningkatan pemanfaatan dan pengelolaan hutan mangrove di Sulsel.
Baca Juga : DPRD Sulsel dan Pemprov Bahas Kejelasan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan
Saat menerima kunjungan, Wakil Ketua Bupati Pinrang, Alimin, menjelaskan bahwa Kabupaten Pinrang memiliki garis pantai kurang lebih 97 Kilometer (KM) mulai dari perbatasan Parepare sampai perbatasan di Sulawesi Barat yang sangat efektif di tanami mangrove.
"Rancangan perda tentang mangrove memang sangat potensial di Kabupaten Pinrang karena diantara lahan yang tersedia untuk dikembangkan dan ditanami mangrove presentasinya masih kecil. Sedangkan luas lahan yang potensi untuk ditanami mangrove itu kurang lebih 392 hektar," ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjut Alimin, dengan penanaman yang baru sekitar 118 hektare di Kabupaten Pinrang sangat sinkron bagi legislator DPRD Sulsel untuk mengkaji data dan bahan yang dibutuhkan dalam ranperda.
Baca Juga : DPRD Sulsel Soroti Team Leader Paket Irigasi Multiyears 2025–2027
Selanjutnya, Haji Hengky Yasin menerangkan bahwa perlu ada Perda yang perlu bersama-sama melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi hutan mangrove di Sulsel.
Legislator dan Wakil Ketua PKB Sulsel ini juga menyoroti, jika saat ini berkurangnya hutan mangrove di Sulawesi Selatan disebabkan alih fungsi hutan.
"Salah satu penyebab daripada berkurangnya hutan mangrove di Sulawesi Selatan adalah alih fungsi hutan. Alih fungsi mangrove itu sendiri jadi kegiatan lain," kata Putra Daerah kelahiran Takalar ini.
Baca Juga : Audiensi ke DPRD Sulsel, Petugas Irigasi Pertanyakan Kejelasan Status Kepegawaian
Sinergitas dan kebersamaan pemerintah, tokoh masyarakat dan pihak swasta dalam mengembangkan dan memanfaatkan potensi hutan mangrove harus terus diupayakan.
"Kolaborasi dan sinergitas bersama penting untuk menjaga kelangsungan hutan mangrove di Sulsel, " tutup Haji Hengky
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News