0%
Jumat, 17 Oktober 2025 09:05

Viral, Kapolsek di Barru Larang Wartawan Rekam Lokasi Tambang Galian C

Editor : Agung
Kapolsek Mallusetasi, AKP Iriansyah
Kapolsek Mallusetasi, AKP Iriansyah

Dalam video yang beredar luas, perwira polisi yang diketahui menjabat sebagai Kapolsek Mallusetasi, AKP Iriansyah, tampak berdebat dengan sejumlah warga di sekitar lokasi tambang.

PORTALMEDIA.ID, BARRU- Video memperlihatkan seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) diduga melakukan intimidasi terhadap wartawan saat meliput aktivitas tambang galian C di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di kawasan tambang galian C di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Kamis (16/10/2025).

Dalam video yang beredar luas, perwira polisi yang diketahui menjabat sebagai Kapolsek Mallusetasi, AKP Iriansyah, tampak berdebat dengan sejumlah warga di sekitar lokasi tambang.

Baca Juga : Operasi Terus Berlangsung, Polisi Belum Ungkap Jumlah Keseluruhan Tambang Galian C Ilegal di Jeneponto

Saat menyadari ada wartawan yang merekam situasi, AKP Iriansyah tiba-tiba menunjuk dan melarang pengambilan gambar.

“Woi, jangan ambil gambar bos! Kau ini siapa? Mana kartu medianya? Mana surat perintah? Tidak usah ambil gambar” ucap AKP Iriansyah dalam video yang viral tersebut.

Sejumlah wartawan di lokasi sempat menjelaskan bahwa mereka sedang menjalankan tugas peliputan resmi.

Baca Juga : Sebut Tak Punya Kewenangan, DLH Jeneponto Tak Bernyali Lawan Tambang Ilegal

“Ini, Pak, media. Ini ada kartu pers,” terdengar suara salah satu wartawan dalam rekaman itu.

Korban dugaan intimidasi diketahui adalah kontributor CNN Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, Risal Mursal.

Ia menjelaskan, kedatangannya di lokasi untuk meliput kunjungan anggota DPRD Barru yang tengah meninjau tambang galian C menyusul adanya keluhan dari warga setempat.

Baca Juga : Kadis DLH Jeneponto Sebut Hanya 9 Tambang Galian C Berizin, yang Lain Ilegal

“Tadi ada kunjungan anggota DPRD di lokasi tambang galian C. Mereka datang menemui warga yang protes karena tambang itu merusak perkebunan dan berdampak pada lingkungan,” ujar Risal saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Risal mengaku kaget saat tiba-tiba ditegur oleh perwira polisi tersebut ketika sedang merekam kegiatan di lapangan.

“Saya sedang ambil gambar, tiba-tiba Kapolsek menegur saya. Jadi saya jelaskan kalau saya dari media,” katanya.

Baca Juga : Soal Penertiban Tambang Galian C Ilegal di Jeneponto, Kadis DLH: Sensitif Dibahas

Ia menyayangkan tindakan tersebut dan menilai aparat kepolisian seharusnya memberikan perlindungan, bukan malah membatasi kerja-kerja jurnalistik.

“Tidak semestinya ada hal seperti itu. Polisi seharusnya mengayomi masyarakat dan menjaga suasana tetap kondusif,” ucapnya.

Menanggapi video yang beredar, Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy menyebut pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca Juga : Dituding Kelola Tambang Ilegal Galian C di Jeneponto, Aipda Musliadi: Alat Saya Disewa Warga

“Kita cek,” kata Zulham singkat saat dikonfirmasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar